Sekretaris Jenderal United Nations Antonio Guterres mengecam berbagai serangan di kawasan Timur Tengah dan memperingatkan bahwa konflik berpotensi semakin sulit dikendalikan.
Ia menyebut krisis ini telah menimbulkan penderitaan besar dan berisiko memicu guncangan ekonomi global.
BACA JUGA:Trump Ajak Rakyat Iran Bangkit Gulingkan Rezim Republik Islam: Ini Mungkin Satu-Satunya Kesempatan!
BACA JUGA:Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Prabowo Nilai Tarif 10 Persen Masih Terkendali
8. Selat Hormuz hampir lumpuh
Data pelacakan maritim menunjukkan hanya sembilan kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz sejak Senin lalu.
Padahal jalur tersebut biasanya dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak mentah dunia serta gas alam cair global.
9. Prancis kirim kapal induk helikopter
Sebagai respons atas meningkatnya konflik, Prancis mengerahkan kapal induk helikopter ke kawasan Mediterania.
Selain kapal induk, Paris juga mengirimkan sebuah fregat untuk memperkuat kehadiran militernya di kawasan tersebut.
10. Korban dan pengungsi di Lebanon meningkat
Serangan udara Israel di Lebanon selatan dan pinggiran Beirut menyebabkan jumlah korban tewas meningkat menjadi 217 orang.
Sementara itu, Dewan Pengungsi Norwegia melaporkan sekitar 300.000 warga Lebanon terpaksa mengungsi akibat konflik.
11. Ledakan terjadi di Kurdistan Irak
Ledakan juga dilaporkan terjadi di dekat bandara Erbil di wilayah Kurdistan Irak.
Serangan tersebut memaksa penghentian produksi minyak di ladang yang dikelola perusahaan energi Amerika HKN Energy.