HARIAN DISWAY - Presiden Barcelona, Joan Laporta, akhirnya memberikan tanggapan atas kritik yang dilontarkan oleh mantan pelatih sekaligus legenda klub, Xavi Hernandez.
Komentar Xavi sebelumnya muncul dalam sebuah wawancara dengan media Spanyol, di mana ia menyinggung sejumlah keputusan manajemen klub, termasuk kegagalan memulangkan Lionel Messi pada tahun 2023.
Dalam wawancara tersebut, Xavi juga menyatakan bahwa sosok dekat Laporta, yakni Alejandro Echevarria, memiliki pengaruh besar dalam pengambilan keputusan di klub. Pernyataan tersebut memicu polemik baru di internal Barcelona.
Laporta menanggapi komentar tersebut dalam debat kandidat presiden Barcelona yang diselenggarakan oleh Grupo Godo. Dalam kesempatan itu, ia mengaku cukup terkejut sekaligus tersinggung dengan pernyataan mantan gelandang timnas Spanyol tersebut.
“Saya terkejut dan merasa tersakiti. Ketika melihat pernyataan Xavi, saya langsung memikirkan Flick. Menjadi presiden Barca tidak mudah karena Anda harus mengambil keputusan sulit. Saya melakukan apa yang memang harus saya lakukan,” ujar Laporta.
BACA JUGA:Xavi Bongkar Alasan Lionel Messi Gagal Kembali ke Barcelona pada 2023
BACA JUGA:Laporta Tutup Peluang Comeback Messi ke Barcelona, Hanya Janjikan Ini...
Laporta Bersaksi di Kasus Negreira: Penyidikan Barcelona Masuki Fase Baru---FC Barcelona
Laporta kemudian membandingkan performa tim di bawah kepemimpinan Xavi dengan pelatih saat ini, Hansi Flick. Menurutnya, keputusan mengganti pelatih merupakan langkah yang tepat untuk masa depan klub.
“Dengan Xavi saya melihat kami akan kalah, sedangkan dengan Flick saya melihat kami akan menang. Saya paham jika dia merasa sakit hati. Dengan pemain yang sama, Xavi kalah sementara Flick justru menang,” lanjut Laporta.
Ia juga menuding bahwa Xavi kemungkinan dimanfaatkan oleh kandidat presiden lainnya, Víctor Font, untuk menyerang kepemimpinannya.
“Sedih rasanya melihat dia membiarkan dirinya dimanfaatkan. Ia menyerang Alejandro Echevarria untuk menyakiti saya. Padahal Echevarria dan Yuste adalah orang yang mempertahankan Xavi hingga akhir,” kata Laporta.
BACA JUGA:Cetak 169 Gol di 2025, Barcelona Jalani Tahun Terbaik Pasca Era Messi
BACA JUGA:Messi Janji Kembali ke Barcelona Setelah Pensiun, Sebut Kota Itu Rumahnya
Keputusan Sulit dan Penjelasan Soal Messi
Dalam pernyataannya, Laporta menegaskan bahwa sejumlah keputusan besar yang ia ambil selama menjabat presiden klub tidaklah mudah.