"Sekarang bukan waktunya untuk terus menyesali hasil. Dalam sepak bola, ada kalanya tim meraih kemenangan, dan ada kalanya harus menelan kekalahan. Kami berada di sisi yang kalah, dan tentu semua pemain sangat kecewa dengan situasi ini," tambah Bruno.
BACA JUGA:Kunci Gali Freitas Makin Padu di Persebaya, Tavares Selalu Beri Masukan!
BACA JUGA:Persebaya vs PSM 1-0, Gali Freitas Pahlawan Bajol Ijo
Persebaya Lakukan Evaluasi Besar-besaran
Aksi Bernardo Tavares ketika memimpin skuad Persebaya melakoni laga away kontra Borneo FC, Sabtu, 7 Maret 2026.-Media Persebaya-
Pasca-pertandingan, kapten Persebaya mengajak seluruh tim untuk segera bangkit. Ia menegaskan pentingnya refleksi bersama pelatih untuk menelaah apa saja yang berjalan baik dan mana yang harus diperbaiki.
"Saya rasa semua pemain perlu merefleksikan pertandingan ini. Setelah itu, pelatih akan melakukan analisis lebih detail dan berdiskusi bersama kami. Kami akan melihat kembali apa saja yang sudah berjalan baik, sekaligus memperbaiki hal-hal yang masih kurang selama pertandingan," jelasnya.
Kekecewaan jelas menyelimuti ruang ganti Bajol Ijo. Tapi, Bruno mencoba menjaga suasana tetap positif.
BACA JUGA:Persebaya vs PSM, Kapten Bajol Ijo Bruno Moreira Siap Bangkit di GBT
BACA JUGA:Riwayat Cedera Striker Baru Persebaya Bruno Paraiba, Pernah Cedera Engkel!
Ia berharap pengalaman pahit di Samarinda menjadi pelajaran yang menumbuhkan motivasi untuk tampil lebih baik ke depan. "Kami berharap bisa belajar dan tampil lebih baik pada laga berikutnya. Sebagai sebuah tim, itulah yang harus kami lakukan," pungkasnya.
Kekalahan tersebut juga memiliki implikasi kompetitif. Persebaya akan menjalani jeda kompetisi bertepatan dengan bulan Ramadan, libur lebaran, dan FIFA Matchday.
Praktis, tim baru akan kembali berlaga hampir sebulan kemudian, ketika mereka menjamu Persita Tangerang pada 4 April 2026. Jeda panjang itu memberi ruang bagi evaluasi teknis dan pemulihan mental juga menuntut kesiapan ketika liga kembali bergulir.
Bagi pelatih dan manajemen, tugas berikutnya adalah membenahi aspek konversi peluang, organisasi pertahanan, dan mental bertanding agar kekalahan di Samarinda tidak berlanjut. (*)