SURABAYA, HARIAN DISWAY – Zaman yang semakin canggih menuntut semua insan di dunia kerja punya nilai plus. Salah satunya adalah punya pengalaman atau portofolio terkait bidang yang dikuasai.
Fenomena itu mendorong Universitas Ciputra (UC) Surabaya menggelar workshop bertajuk Act of Drawing and Making: Prepare Your Architecture Portfolio. Acara berlangsung di TOSTEM Showroom Surabaya pada 6-7 Maret 2026.
Setelah pemaparan materi pada hari kedua, para peserta diajak langsung praktik membuat sketsa. Itu menjadi pengalaman menarik bagi para peserta yang terdiri dari mahasiswa dan siswa SMA.
Dalam sesi praktik, para peserta membuat sketsa bangunan menggunakan alat-alat yang sudah disediakan. Yakni, kertas, gunting, dan pewarna.
BACA JUGA:Watercolor Workshop Pungkasi Creative Space 2026 di Universitas Ciputra Surabaya
DOSEN DAN PRAKTISI mengecek sketsa bangunan para peserta workshop arsitektur pada 7 Maret 2026 di Tostem Showroom, Surabaya. -Adinda Rahmatanti-Harian Disway
Salah satu peserta, Aurel Lavenia, memanfaatkan sesi praktik itu untuk mengeksplorasi bangunan ikonik dunia. Dia memutuskan untuk membuat sketsa Menara Pisa.
"Karena tadi mencari menara-menara yang arsitekturnya bagus di dunia. Tertarik Menara Pisa karena bangunannya miring,” ungkapnya kepada Harian Disway di sela workshop Sabtu, 7 Maret 2026.
Para peserta mengerjakan sketsa pilihan masing-masing secara manual. Mereka menorehkan karya di atas kertas, tidak menggunakan media digital.
Dr. Stephanus Evert Indrawan, S.T., M.A., dosen Prodi Arsitektur, UC Surabaya, menjelaskan bahwa pengerjaan dalam bentuk hard copy sangat penting untuk melihat proses berpikir seseorang secara nyata.
BACA JUGA:Pameran Urban Echoes di Kokoon Hotel Surabaya Hidupkan Jejak Kota Lama Lewat Sketsa
BACA JUGA:Pameran Sketsa Nusantara di Surabaya, Inspirasi Seniman Muda dari Sketsa Kota Lama
Menurutnya, tangan merupakan alat komunikasi yang paling penting bagi seorang arsitek saat berada di lapangan.
“Teknologi yang paling canggih adalah badan kita sendiri. Kalau mereka terbiasa dengan hard copy, maka sketsa akan selesai dalam hitungan detik," jelasnya.