Hadapi Krisis Geopolitik, Prabowo Perintahkan Swasembada Pangan dan Energi Agar Lebih Cepat

Kamis 12-03-2026,12:44 WIB
Reporter : Fiella Widya Rahma Aprillia
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY - Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa di tengah ancaman krisis akibat konflik geopolitik, ia mendorong Indonesia untuk mempercepat swasembada pangan dan energi.

Dalam sambutan pada Tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026, Prabowo optimis bahwa kekayaan alam yang dimiliki Indonesia akan membantu negara ini melalui krisis yang sedang melanda dan justru tumbuh menjadi semakin kuat.

“Krisis ini menurut saya adalah suatu blessing in disguise. Memang penuh tantangan, tapi memaksa kita mempercepat niat-niat baik,” ujar Prabowo.

Menurutnya, ketersediaan pangan dan energi sangat vital dalam keadaan krisis. Dengan ini ia mendorong untuk mempercepat swasembada pangan dan energi.

BACA JUGA:Prabowo: Indonesia Tidak Boleh Kalah dari Mereka yang Mengambil Kekayaan Rakyat

BACA JUGA:Prabowo Subianto: Kekurangan Bangsa adalah Kekurangana dari Para Pejabat dan Birokrat

Di bidang pangan, Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras. Prabowo menyampaikan keinginannya agar swasembada ini mencapai jagung dan bahan pangan lainnya.

“Kita sudah punya rencana swasembada pangan. Alhamdulillah, sudah tercapai sebagian,” ucapnya.


Prabowo Subianto menyampaikan tentang percepatan swasembada pangan dan energi Indonesia di tengah krisis geopolitik pada HUT ke-1 Danantara-Bakom RI-

Sedangkan di bidang energi, Prabowo mendorong pemanfaatan sawit dan singkong untuk bahan bakar pengganti BBM agar Indonesia bisa mengurangi ketergantungan BBM impor.

“Kita sudah punya rencana swasembada energi, yakin kita akan tercapai dalam empat tahun lagi. Tapi harus kita percepat. Kita punya banyak alternatif, kita yakin bisa atasi masalah ini,” ujar Prabowo.

BACA JUGA:Surat Terbuka Ketua BEM UGM ke Prabowo Viral, Singgung Beratnya Jadi WNI

BACA JUGA:Ketika Tak Ada Yang Berani 'Bisiki' Objektivitas kepada Prabowo

Di sisi lain, potensi energi terbarukan mulai dari panas bumi hingga matahari juga akan dioptimalkan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

“Kita punya kelapa sawit yang sangat banyak. Kita punya singkong yang cukup. Kita bisa dapat BBM dari jagung, tebu. Kita punya geothermal yang sangat besar, terbesar kedua di dunia. Belum dieksploitasi sepenuhnya,” tuturnya.

Khusus untuk energi surya, Prabowo telah memerintahkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 Gigawatt (GW).

“Kita akan melakukan elektrifikasi. Energi terbarukan dari surya, dalam waktu sesingkat-singkatnya, kita akan membangun energi 100 GW. Itu sudah perintah saya, keputusan saya,” tegasnya.(*)

*) Peserta Magang dari Universitas Negeri Surabaya

Kategori :