SURABAYA, HARIAN DISWAY – Menyongsong masa mudik dan balik Lebaran 2026, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) bergerak cepat memastikan ketahanan energi nasional, Kamis, 12 Maret 2026.
Pertamina resmi mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) mulai 9 Maret hingga 1 April 2026 untuk mengawal kelancaran distribusi BBM, LPG, dan Avtur di seluruh pelosok wilayah kerja.
Kesiapan kerja itu disampaikan langsung dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI yang berlangsung di Kantor PLN UID Jawa Timur, Rabu 11 Maret. Dalam pertemuan tersebut, anggota legislatif meninjau langsung kesiapan badan usaha milik negara (BUMN) energi dalam menghadapi lonjakan konsumsi yang rutin terjadi setiap tahunnya.
Anggota Komisi XII DPR RI dari Dapil Jawa Timur, Meitri Citra Wardani, mengapresiasi langkah mitigasi yang telah disiapkan oleh Pertamina. Ia menekankan bahwa koordinasi lintas sektor adalah kunci untuk mencegah terjadinya kelangkaan di lapangan. "Strategi yang telah ditetapkan ini diharapkan mampu menjaga kestabilan energi dengan menjaga pasokan dan tidak lalai dalam pengawasan distribusi," tegas Meitri.
BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Raih Tiga Penghargaan Anugerah BUMN 2026
BACA JUGA:Daftar Harga BBM Pertamina Maret 2026 dan Cara Daftar Subsidi Tepat MyPertamina!
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa Pertamina telah memetakan proyeksi mobilitas masyarakat yang akan terbagi dalam empat fase puncak. Arus mudik diperkirakan terjadi pada 14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026, sementara arus balik diprediksi pada 24-25 Maret dan 28-29 Maret 2026.
"Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, kami memproyeksikan adanya kenaikan signifikan pada kebutuhan BBM jenis Gasoline dan LPG. Kami pastikan seluruh infrastruktur distribusi dalam kondisi optimal untuk melayani masyarakat," ujar Ahad, Kamis siang.
Secara rinci, konsumsi Gasoline (bensin) diprediksi melonjak hingga 11,9 persen dari rata-rata normal harian yang sebesar 18.430 Kiloliter (KL). Sebaliknya, konsumsi Gasoil (diesel) justru diperkirakan turun sekitar 9,8 persen dari angka normal 8.805 KL per hari. Penurunan ini lazim terjadi karena adanya pembatasan operasional angkutan barang serta berkurangnya aktivitas industri selama libur panjang Lebaran.
Untuk kebutuhan rumah tangga, konsumsi minyak tanah (Mitan) diprediksi naik 7,3 persen dari normal harian 375 KL. Sementara itu, kebutuhan LPG yang krusial untuk keperluan memasak selama Lebaran diperkirakan meningkat 3,5 persen dari rata-rata harian 6.567 Metrik Ton (MT).
BACA JUGA:Jelang Mudik Lebaran 2026, Komut Pertamina Tinjau Kesiapan Pasokan BBM di SPBU Rest Area KM 57
BACA JUGA:UMKM Binaan PT Pertamina (Persero) Raup Omzet hingga Dua Kali Lipat di SMEXPO Ramadan 2026
Di sektor transportasi udara, Pertamina menyiagakan pasokan Avtur di 15 bandara wilayah Jatimbalinus. Menariknya, konsumsi Avtur kali ini diprediksi turun 6,1 persen dari rerata normal 8.040 KL per hari. Hal ini disebabkan oleh penghentian penerbangan komersial saat Hari Raya Nyepi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai serta adanya pembatalan sejumlah penerbangan rute Timur Tengah.
Guna memperkuat layanan, Ahad mengatakan, Pertamina telah mengoptimalkan 1.482 SPBU, 900 Pertashop. Serta 1.296 agen LPG.
Layanan ekstra selama mudik juga telah disiapkan. Mencakup 644 SPBU Siaga 24 jam, 1.040 Agen LPG Siaga, serta 36 unit Motorist yang mampu menembus kemacetan untuk mengantar BBM langsung ke kendaraan konsumen.
Tak hanya itu, 17 unit mobil tangki disiagakan sebagai "kantong suplai" di jalur-jalur padat. Pertamina juga menghadirkan fasilitas "Serambi MyPertamina" di rest area dan titik keramaian yang dilengkapi ruang istirahat, klinik mini, hingga area bermain anak.
"Kami mengimbau masyarakat untuk mengisi BBM lebih awal sebelum memasuki jalur padat. Gunakan aplikasi MyPertamina untuk memantau lokasi layanan terdekat serta menikmati berbagai promo yang tersedia," pungkas Ahad. (*)