Fokus Tekan Fatalitas Laka Lantas, Polisi 'Bidik' Kesiapan Sopir Bus

Kamis 12-03-2026,19:56 WIB
Reporter : Chalid Syamy Ramadhan
Editor : Noor Arief Prasetyo

SURABAYA, HARIAN DISWAY — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur menetapkan kesiapan fisik dan mental awak bus sebagai fokus utama pengawasan di terminal penumpang. Langkah ini diambil karena angkutan umum, khususnya bus, tercatat memiliki potensi fatalitas kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tertinggi yang berisiko merenggut banyak korban jiwa sekaligus.

Penegasan tersebut disampaikan Kasubditkamsel Ditlantas Polda Jatim AKBP Edith Yuswo Widodo SIK, di sela-sela acara sosialisasi keselamatan berkendara (safety riding) hari kedua yang digelar di Terminal Purabaya (Bungurasih) pada Kamis, 12 Maret 2026.

Menurut Edith, ratusan nyawa penumpang angkutan umum sepenuhnya bergantung pada pengemudi selama perjalanan. Ini menjadi indikasi awal untuk memberikan perhatian khusus kepada sopir bus yang ada. 

"Angkutan orang adalah penyumbang fatalitas kecelakaan lalu lintas tertinggi. Satu kejadian saja bisa melibatkan puluhan korban jiwa. Oleh karena itu, kesiapan pengemudi dan awak bus menjadi kunci mutlak untuk mencegah jatuhnya korban," ujar Edith.

BACA JUGA:Sukses di Masjid Al Akbar, Ditlantas Polda Jatim Siap Sasar Awak Bus

BACA JUGA:Ditlantas Polda Jatim Buka Layanan SIM dan Samsat Keliling di Masjid Al Akbar Surabaya

Berdasarkan pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Polri, tercatat angka kecelakaan berkendara di Indonesia didominasi oleh pengendara roda dua dan bus. Salah satunya yang tertinggi kejadian di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk tahun lalu saja, setidaknya telah terjadi 348.242 kasus kecelakaan lalu lintas. 

Sebagai langkah antisipasi proaktif, pihak kepolisian menegaskan bahwa inspeksi kendaraan (ramp check) tidak boleh hanya berfokus pada kelayakan teknis mesin atau sistem pengereman bus. Fokus pengawasan kini diperketat pada kondisi "mesin" manusianya, yakni para sopir, kondektur, hingga kernet.

“Polres jajaran secara rutin memantau di tempat pariwisata maupun tempat pull bus dan melakukan ramp check. Bukan hanya kendaraan, terutama angkutan orang, melainkan kesehatan pengendara juga,” ujar Edith.  

Pengecekan berlapis ini diwujudkan melalui tes kesehatan berkala hingga tes bebas narkoba secara acak bagi awak bus yang akan beroperasi. Kebijakan ini dinilai krusial mengingat faktor kelalaian manusia (human error), kelelahan fisik, hingga pengaruh zat terlarang masih menjadi penyebab utama tingginya angka kecelakaan bus di jalan raya.


Anggota Ditlantas Polda Jatim mengelilingi Terminal Purabaya, Bungurasih Surabaya, untuk melakukan sosialisasi tertib berkendara bagi para sopir bus yang ingin berangkat.-Raden Khansa-Harian Disway-

Edith juga mengimbau agar pengemudi agar selalu berhati-hati dalam berkendara selama musim cuaca yang kian tak menentu. Buruknya cuaca beberapa pekan terakhir telah membawa tantangan yang cukup serius untuk berkendara.

“Perkirakan BMKG sampai dengan akhir maret, curah hujan angin sangat tinggi. Pengendara harus tetap memantau BMKG sambil mengecek kesiapan berkendara.   

Melalui sosialisasi tatap muka langsung dengan para awak bus di Bungurasih, polisi berharap para sopir menyadari besarnya beban tanggung jawab di pundak mereka. Keselamatan penumpang tidak sekadar ditentukan oleh armada bus yang mewah, melainkan oleh kebugaran, konsentrasi, serta kepatuhan sopir terhadap aturan lalu lintas. (*)

 

Kategori :