Kontroversi kemudian muncul pada menit ke-24 ketika Kai Havertz berhasil menembus kotak penalti Everton. Saat hendak menembak, ia merasa dijatuhkan oleh Michael Keane.
Aksi Jordan Pickford (kiri) menepis tendangan Bukayo Saka dalam laga Arsenal vs Everton, lanjutan Premier League 2025/2026 matchday ke-30, Minggu 15 Maret 2026 -Katie Chan-Shutterstock
Para pemain Arsenal langsung meminta penalti. Namun wasit Andrew Madley memilih melanjutkan permainan. VAR juga tidak mengubah keputusan tersebut meski tayangan ulang menunjukkan adanya kontak pada kaki Havertz.
Everton terus menunjukkan bahwa mereka mampu memberikan perlawanan. Kiernan Dewsbury-Hall sempat melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti yang memaksa Raya melakukan penyelamatan penting untuk menjaga gawang Arsenal tetap aman.
BACA JUGA:Peluang Juara Arsenal 27 Persen, Arteta Tatap Leverkusen di Liga Champions
BACA JUGA:Arsenal Dikritik Soal Bola Mati, Rooney Pasang Badan untuk Arteta
Menjelang turun minum, Arsenal mencoba kembali menekan melalui kombinasi permainan Bukayo Saka dan Martin Zubimendi. Namun pertahanan Everton tampil cukup disiplin sehingga tidak ada gol tercipta hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Everton kembali menciptakan peluang berbahaya lebih dulu. Pada menit ke-49, situasi sepak pojok membuat bola jatuh ke kaki Beto di dalam kotak penalti.
Striker tersebut langsung berputar dan melepaskan tembakan cepat, tetapi David Raya menunjukkan refleks yang luar biasa dengan menepis bola tersebut.
Arsenal meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-60, Bukayo Saka melepaskan tembakan ke arah sudut jauh gawang Everton. Pickford menepis bola, namun tidak ada pemain Arsenal yang berada di posisi ideal untuk memanfaatkan bola rebound.
BACA JUGA:Arteta Coba Formasi 3-4-2-1, Arsenal Nyaris Dipermalukan Mansfield di FA Cup
BACA JUGA:Real Madrid Pantau Sandro Tonali, Arsenal dan Man United Ikut Mengincar
Mikel Arteta akhirnya mencoba mengubah dinamika pertandingan dengan memasukkan Gabriel Martinelli dan Viktor Gyokeres. Meski begitu, peluang yang diciptakan masih belum benar-benar membuahkan hasil.
Aksi Max Dowman dalam laga Arsenal vs Everton, lanjutan Premier League 2025/2026 matchday ke-30, Minggu 15 Maret 2026-Kin Cheung-AP
Keputusan menarik kemudian datang pada menit ke-74. Arteta memberikan kesempatan kepada pemain berusia 16 tahun, Max Dowman, dengan menarik Martin Zubimendi. Masuknya Dowman langsung memberikan energi baru dalam permainan Arsenal.
Pemain muda tersebut hampir menciptakan momen besar pada menit ke-83 ketika ia menerima bola di sisi kanan kotak penalti. Ia mencoba melepaskan tembakan kaki kiri, tetapi bola justru melambung di atas gawang.