BACA JUGA:Rating Pemain Chelsea Usai Takluk 2-5 oleh PSG: Hanya Enzo Fernandez yang Lumayan
Ia menambahkan bahwa setelah gol tersebut, pertandingan berubah menjadi serangan Chelsea melawan pertahanan Newcastle yang bermain sangat dalam.
“Setelah itu pertandingan menjadi serangan melawan pertahanan. Kredit untuk Eddie Howe dan Newcastle karena mereka bertahan sangat dalam dan membuat kami kesulitan,” ujarnya.
Masalah Chelsea Ada di Finishing
Chelsea kalah 0-1 dari Newcastle akibat gol Anthony Gordon, membuat Liam Rosenior frustrasi karena penyelesaian akhir timnya yang buruk di Stamford Bridge.-Chris Lee-Getty Images
Meski menguasai permainan, Chelsea kesulitan memaksimalkan peluang yang mereka ciptakan. Dari total 22 tembakan yang dilepaskan sepanjang pertandingan, hanya tiga yang benar-benar mengarah ke gawang.
Menurut Rosenior, masalah utama timnya bukanlah ketika bertahan atau tanpa bola, melainkan saat berada di sepertiga akhir lapangan.
“Masalah kami bukan saat tanpa bola. Masalahnya ada di sepertiga akhir. Kami sering sampai ke area itu dan menciptakan peluang, tetapi tidak cukup tajam untuk menyelesaikannya,” jelasnya.
Ia juga menilai timnya kembali kehilangan momen penting yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mengubah jalannya pertandingan.
BACA JUGA:PSG vs Chelsea 5-2: Les Parisiens Balas Kekalahan di Final Piala Dunia Antarklub
BACA JUGA:Wrexham vs Chelsea 2-4, 6 Gol dan Extra Time Bawa The Blues ke Perempat Final Piala FA
“Sepak bola memang seperti itu. Dalam dua pertandingan terakhir, kami tidak berhasil memanfaatkan momen atau peluang kecil yang ada,” kata Rosenior.
Pelatih asal Inggris tersebut kini harus segera mencari solusi karena Chelsea akan menghadapi jadwal yang sangat berat. Mereka akan menjamu Paris Saint-Germain pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions.
Chelsea saat ini tertinggal agregat 2-5 dari PSG sehingga membutuhkan performa luar biasa untuk membalikkan keadaan. Setelah laga tersebut, The Blues juga harus menghadapi Everton dalam pertandingan liga berikutnya.
Rosenior menegaskan bahwa timnya harus mengevaluasi kondisi para pemain sebelum pertandingan penting tersebut. “Kami harus menilai kondisi para pemain dan memilih tim yang bisa bermain dengan intensitas tinggi saat menghadapi PSG,” ujarnya.
Ia berharap timnya bisa belajar dari kekalahan melawan Newcastle dan memperbaiki efektivitas di lini serang agar tidak kembali kehilangan poin penting di pertandingan berikutnya. (*)