HARIAN DISWAY - Pelatih Lazio, Maurizio Sarri, memberikan sejumlah sorotan penting jelang laga melawan AC Milan pada pekan ke-29 Serie A musim 2025/2026.
Dalam konferensi pers pra-pertandingan, Sarri membahas berbagai hal mulai dari kondisi tim, ancaman dari Milan, hingga masalah yang tengah dihadapi Lazio dalam situasi bola mati.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadio Olimpico pada Senin, 16 Maret 2026 pukul 02.45 WIB. Sarri mengaku sangat antusias karena timnya akan kembali bermain di depan stadion yang dipenuhi pendukung.
Menurutnya, dukungan dari para suporter akan menjadi motivasi besar bagi timnya. Bahkan, Sarri mengungkapkan bahwa ia berencana mengunjungi Curva Nord sebelum pertandingan sebagai bentuk apresiasi terhadap para penggemar Lazio yang memberikan dukungan kepadanya.
BACA JUGA:Kabar Baik AC Milan! Santiago Gimenez Akhirnya Kembali Setelah Absen 133 Hari
BACA JUGA:AC Milan Tundukkan Inter 1-0, Allegri: Scudetto Masih Milik Mereka
Duel Woyo Coulibaly (kiri) dan Nuno Tavares (kanan) dalam laga Lazio vs Sassuolo, lanjutan Serie A 2025/2026 giornata ke-28, Selasa 10 Maret 2026--@SerieA_AR-X
Selain itu, Sarri juga menyoroti kekuatan utama yang dimiliki AC Milan. Ia menilai tim asuhan Massimiliano Allegri memiliki kualitas teknis dan fisik yang sangat berbahaya, terutama dalam situasi transisi cepat.
“Milan memiliki karakter permainan yang sangat jelas. Mereka bisa melukai lawan bahkan ketika tidak terlihat menguasai pertandingan,” Ujar Sarri dikutip dari Football Italia.
“Mereka punya kualitas teknik dan fisik yang luar biasa serta akselerasi yang sangat berbahaya. Kami tidak boleh memberi mereka ruang terbuka,” tambahnya.
Menariknya, Sarri justru menilai momen paling berbahaya ketika menghadapi AC Milan adalah saat timnya sendiri sedang menguasai bola. Menurutnya, situasi kehilangan bola dapat dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Rossoneri (julukan AC Milan) untuk melancarkan serangan cepat.
BACA JUGA:Lazio vs Sassuolo 2-1, Jay Idzes cs Kecolongan di Menit 90+2
BACA JUGA:AC Milan vs Inter Milan 1-0, Gol Tunggal Estupinan Buka Persaingan Scudetto
Di sisi lain, Sarri juga mengakui bahwa Lazio tengah menghadapi masalah dalam situasi bola mati. Absennya beberapa pemain penting membuat organisasi tim dalam menghadapi set piece menjadi kurang solid.
Ia menjelaskan bahwa dilepasnya pemain seperti Matias Vecino dan Matteo Guendouzi di bursa transfer musim dingin, pertahanan Lazio dalam menghadapi bola mati menjadi lebih rentan. Perubahan formasi yang terpaksa dilakukan juga ikut memengaruhi penempatan pemain dalam situasi tersebut.