Gejala detonasi biasanya ditandai suara "ngelitik" atau getaran kasar saat mesin berakselerasi atau menanjak. Dalam jangka panjang, knocking berpotensi merusak piston, ring, dan komponen ruang bakar lainnya.
3. Tenaga Mesin Terasa Tidak Stabil atau Kurang Responsif
Campuran BBM dengan karakteristik berbeda dapat membuat respons gas terasa kurang halus atau tenaga sedikit menurun.--Pinterest
Campuran bahan bakar dengan karakteristik berbeda dapat memengaruhi pemetaan injeksi yang telah dikalibrasi pabrikan.
Pengendara mungkin merasakan tenaga motor sedikit berkurang, akselerasi kurang halus, atau respons gas yang terasa "terlambat".
BACA JUGA:Momen Idul Fitri, Pertamina Turunkan Harga Pertamax Series dan Dex Series
BACA JUGA:Isu Kelangkaan BBM Akibat Konflik Timur Tengah Bikin Resah, SPBU di Aceh Diserbu Warga
Hal itu terjadi karena sistem pembakaran tidak bekerja dalam parameter paling ideal. Sehingga ECU perlu melakukan koreksi berulang yang dapat memengaruhi konsistensi performa.
4. Konsumsi Bahan Bakar Berpotensi Lebih Boros
Pembakaran yang tidak optimal akibat perbedaan bahan bakar bisa membuat konsumsi bensin menjadi lebih tinggi.- Rent a Car Satu Mare Airport-Pinterest
Pembakaran yang tidak optimal membuat mesin membutuhkan volume bahan bakar lebih banyak untuk menghasilkan tenaga yang setara.
Akibatnya, konsumsi BBM bisa terasa lebih boros. Terutama saat perjalanan jauh dengan kecepatan tidak stabil atau kondisi lalu lintas padat.
Dampak itu tidak hanya membebani anggaran mudik. Tetapi juga meningkatkan frekuensi pengisian bahan bakar yang berpotensi menambah risiko pencampuran lebih lanjut.
BACA JUGA:Cara Menghemat Bahan Bakar saat Mudik Lebaran dengan Kendaraan Pribadi
BACA JUGA:6 Tips Hemat Bahan Bakar Mudik Saat Lebaran
5. Endapan Karbon Lebih Cepat Terbentuk di Ruang Bakar
Formulasi aditif yang berbeda dapat mempercepat terbentuknya endapan karbon di ruang bakar.-shopee-Pinterest
Beberapa jenis bensin memiliki paket aditif berbeda untuk membersihkan injektor, mencegah kerak, atau meningkatkan pembakaran.
Campuran bahan bakar dengan formulasi tidak kompatibel dapat memengaruhi efisiensi pembakaran dan meningkatkan potensi terbentuknya endapan karbon pada ruang bakar, katup, atau ujung injektor.