Jika dibiarkan, kondisi itu berpotensi mengurangi efisiensi mesin, memicu gejala rough idle, dan memerlukan pembersihan khusus di bengkel.
6. Sensor dan Sistem ECU Bekerja Lebih Keras
Sistem elektronik seperti Engine Control Unit akan menyesuaikan kembali campuran bahan bakar dan udara saat kualitas bensin berubah.-shopee-Pinterest
Motor injeksi modern dilengkapi berbagai sensor. Seperti oxygen sensor, knock sensor, dan throttle position sensor, yang bekerja sinergis dengan ECU untuk mengatur campuran udara-bahan bakar.
BACA JUGA:Awal Ramadan, Harga BBM Turun Serentak di Seluruh SPBU!
BACA JUGA:Harga BBM Hari Ini 3 Maret 2026 Naik, Cek Rinciannya!
Ketika kualitas bensin berubah secara tiba-tiba, sistem akan melakukan penyesuaian ulang (fuel trim adaptation).
Proses itu tidak selalu berbahaya. Tetapi dapat membuat performa mesin tidak seoptimal biasanya. Hingga sistem berhasil beradaptasi dengan karakteristik bahan bakar baru.
7. Tetap Aman Jika Masih dalam Rentang Oktan Rekomendasi
Selama nilai oktan masih berada dalam rekomendasi pabrikan, pencampuran bensin biasanya tidak menimbulkan kerusakan serius pada mesin.--Pinterest
Jika bensin yang dicampur masih berada dalam rentang oktan yang direkomendasikan pabrikan, misalnya mencampur Pertamax (RON 92) dengan produk swasta beroktan setara, risiko kerusakan mesin relatif kecil.
Yang perlu dihindari adalah mencampur bensin beroktan sangat rendah (seperti Premium RON 88) pada motor yang membutuhkan minimal RON 92.
BACA JUGA:Pertamina Perkuat Distribusi BBM ke Indonesia Timur: Fuel Terminal Tanjung Batu Resmi Beroperasi
BACA JUGA:Ini Motor Bebek Paling Irit untuk Mudik Lebaran 2026, Hemat BBM dan Tangguh
Perbedaan ekstrem itulah yang berpotensi memicu masalah performa dan keausan komponen.
Tip Aman Mengisi BBM Saat Mudik Jauh
Agar performa mesin tetap terjaga selama perjalanan mudik, terapkan panduan berikut:
- Prioritaskan konsistensi: Gunakan jenis BBM yang sama sepanjang perjalanan jika memungkinkan.
- Kenali spesifikasi motor: Cek buku manual untuk mengetahui oktan minimal yang direkomendasikan pabrikan.
- Hindari pencampuran ekstrem: Jika terpaksa mengisi BBM berbeda, lakukan secara bertahap dengan volume kecil untuk mengurangi rasio pencampuran drastis.
- Pantau gejala tidak wajar: Jika muncul suara knocking, tarikan berat, atau indikator mesin menyala, segera periksa ke bengkel resmi.
- Gunakan bahan bakar berkualitas: Pilih SPBU dengan reputasi baik dan hindari sumber BBM yang meragukan.
BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Perkuat Pasokan BBM Dukung Pemulihan Aceh Pascabencana
BACA JUGA:Pemerintah Pertimbangkan WFH dan Empat Hari Kerja Seminggu, Antisipasi Krisis BBM Akibat Perang