151 Km Jalan Rusak di Jatim, Aspal Berlubang dan Bergelombang Jadi Titik Rawan Laka

Senin 16-03-2026,11:06 WIB
Reporter : Edi Susilo & Amel Puspa N
Editor : Mohamad Nur Khotib

Beberapa waktu setelah kejadian itu, lubang di lokasi tersebut sudah ditambal. Meski demikian, Yuli berharap perbaikan jalan dapat dilakukan lebih menyeluruh.

“Lubangnya banyak. Harusnya diperbaiki yang benar supaya tidak ada lagi yang jatuh,” ujarnya.

Memang, belum semua jalur mudik di Jawa Timur aman bagi pengguna jalan. Selain kerusakan jalan, pemudik juga harus mewaspadai potensi longsor, banjir, kemacetan, hingga kecelakaan.

BACA JUGA:22 Titik Rawan Macet di Jalur Lintas Sumatera Selatan saat Mudik Lebaran 2026, Ini Daftarnya!

BACA JUGA:Penitipan Kendaraan Gratis saat Mudik Lebaran 2026, Ini Lokasi dan Cara Menggunakannya!

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali mencatat sekitar 6,83 persen jalan nasional di Jawa Timur masih dalam kondisi tidak mantap.

Total panjang jalan nasional di Jawa Timur mencapai 2.261 kilometer. Dari jumlah tersebut, sekitar 151 kilometer masih tercatat dalam kondisi rusak dan tersebar di 38 kabupaten/kota.

Meski perbaikan terus dilakukan, BBPJN Jatim–Bali masih menemukan lubang baru di sejumlah ruas jalan. Hingga Sabtu, 14 Maret 2026, tercatat ada 100 lubang baru yang muncul di berbagai titik.

“Dan kami targetkan untuk segera ditutup,” kata Kepala BBPJN Jawa Timur–Bali Javid Hurriyanto, Minggu, 15 Maret 2026.

Menurutnya, curah hujan tinggi serta padatnya arus kendaraan menjadi faktor utama munculnya lubang baru di jalan.

Selain jalan nasional, pemudik juga perlu memperhatikan kondisi jalan provinsi yang menghubungkan antarkabupaten.

Dinas PU Bina Marga (DPUBM) Jawa Timur mencatat panjang jalan provinsi mencapai 1.666 kilometer. Dari jumlah tersebut, baru 86,51 persen yang berada dalam kondisi mantap, sedangkan sisanya dalam kondisi sedang hingga rusak.

Kepala DPUBM Jawa Timur Edy Tambeng Widjaja mengatakan ada beberapa ruas jalan yang perlu diwaspadai pemudik.

Di antaranya adalah ruas Bojonegoro–Nganjuk serta jalur Lumajang–Kencong–Kasian–Puger yang menjadi penghubung antarkabupaten. (*)

Kategori :