Daftar Aplikasi Pemantau Kemacetan Arus Mudik 2026 Selain Google Maps!
Aplikasi lain selain google maps untuk pantau kemacetan selama mudik Lebaran 2026--freepik
HARIAN DISWAY - Lonjakan jumlah kendaraan sering muncul saat periode mudik Lebaran. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kemacetan panjang di jalan tol maupun jalur nasional.
Agar pemudik dapat memantau situasi lalu lintas secara langsung, redaksi merangkum beberapa aplikasi pemantau arus kendaraan yang banyak digunakan masyarakat di Indonesia.
BACA JUGA:Perjalanan Mudik 12 Jam, Begini Tip Atur Napas dan Posisi Duduk agar Terhindar dari HNP
BACA JUGA:Skema WFA Pemerintah Jadi Kunci Tekan Penumpukan Pemudik Lebaran 2026
Aplikasi Navigasi Selain Google Maps
1. Waze
Waze menjadi salah satu aplikasi navigasi yang banyak digunakan sebagai alternatif pemantau lalu lintas. Aplikasi ini mengandalkan laporan langsung dari komunitas pengguna di jalan.
Pengendara dapat mengirim notifikasi terkait kecelakaan, kendaraan mogok, razia, hingga potensi bahaya di jalur tertentu. Sistem partisipasi pengguna membuat pembaruan kondisi jalan sering terdeteksi lebih cepat. Saat musim mudik, informasi tersebut membantu pengendara lain menghindari titik rawan kemacetan maupun hambatan mendadak di perjalanan.
2. Travoy
Sementara itu, Travoy merupakan aplikasi resmi yang dikembangkan oleh PT Jasa Marga untuk memantau kondisi lalu lintas di jalan tol. Aplikasi ini menampilkan informasi arus kendaraan pada jaringan tol yang dikelola perusahaan tersebut.
Pengguna juga dapat mengakses pantauan CCTV secara langsung di beberapa titik strategis. Selain itu, tersedia informasi tarif tol serta lokasi rest area resmi yang membantu pengendara merencanakan tempat istirahat selama perjalanan.
BACA JUGA:Arus Mudik Lebaran 2026 Meningkat, Begini Data dan Proyeksi Jasa Marga!
BACA JUGA:Pemerintah Gulirkan Stimulus Lebaran 2026: THR Cair Penuh, Ojol Dapat Bonus, WFA Diperpanjang
3. Korlantas Polri
Korlantas Polri menyediakan pembaruan informasi arus lalu lintas, khususnya saat periode mudik, melalui kanal digital resmi dan media sosial terverifikasi.
Informasi yang dibagikan mencakup kondisi kepadatan jalan, titik rawan macet, serta penerapan rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan sistem one way.
Pemudik dapat memanfaatkan pembaruan tersebut untuk memantau situasi perjalanan sejak sebelum berangkat hingga selama berada di jalan sehingga dapat menghindari jalur yang berpotensi mengalami penumpukan kendaraan.
4. Tol Kita
Aplikasi ini dikembangkan oleh Badan Pengatur Jalan Tol dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Layanan tersebut menghadirkan informasi jaringan jalan tol secara lengkap dalam bentuk peta digital.
Pengguna juga dapat melihat tarif tol terbaru serta memantau kondisi lalu lintas melalui akses CCTV yang tersedia. Dengan fitur tersebut, pemudik bisa memeriksa situasi di jalan tol secara langsung melalui perangkat mereka sebelum melanjutkan perjalanan.
BACA JUGA:DPR Desak Pembayaran THR Dipercepat, dari 7 Hari ke 14 Hari Sebelum Lebaran
BACA JUGA:Menkeu Purbaya Alokasikan Rp55 Triliun untuk THR ASN, TNI, dan Polri
Aplikasi navigasi modern tidak hanya menampilkan peta kemacetan. Beberapa layanan menyediakan fitur pencarian rest area alternatif ketika lokasi utama sudah penuh oleh kendaraan pemudik.
Arus mudik pada 2026 diperkirakan kembali diwarnai tingkat kepadatan kendaraan yang tinggi. Karena itu, penggunaan aplikasi pemantau perjalanan di ponsel kini menjadi bagian penting dalam persiapan sebelum berangkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: