Perjalanan Mudik 12 Jam, Begini Tip Atur Napas dan Posisi Duduk agar Terhindar dari HNP

Perjalanan Mudik 12 Jam, Begini Tip Atur Napas dan Posisi Duduk agar Terhindar dari HNP

Perjalanan mudik hingga 12 jam menggunakan mobil pribadi berisiko memicu nyeri punggung bawah hingga saraf terjepit atau Herniated Nucleus Pulposus (HNP)--Freepik

HARIAN DISWAY – Perjalanan mudik hingga 12 jam menggunakan mobil pribadi berisiko memicu nyeri punggung bawah hingga saraf terjepit atau herniated nucleus pulposus (HNP).

Itu adalah kondisi ketika bantalan tulang belakang menonjol dan menekan saraf. Akibatnya, tubuh merasakan sensasi nyeri yang menjalar seperti kesemutan, hingga kebas pada kaki.

Dokter spesialis ortopedi menyatakan bahwa duduk terlalu lama dengan posisi yang salah menjadi salah satu pemicu utama HNP saat perjalanan jauh.

Apalagi jika pengemudi jarang beristirahat dan kurang melakukan peregangan. Berikut beberapa tip yang bisa dilakukan untuk menghindari HNP.

BACA JUGA:8 Kesalahan Umum Pemula saat Mengendarai Mobil Manual Berikut Cara Menghindarinya

BACA JUGA:Tip Memilih Toilet Mobil Portabel di Tengah Arus Mudik yang Kerap Macet

Atur Posisi Duduk yang Ergonomis


PENGEMUDI perlu memperhatikan posisi duduk agar mudik tetap nyaman. Pastikan sandaran kursi membentuk sudut sekitar 100–110 derajat.--Freepik

Agar perjalanan mudik nyaman, pengemudi perlu memperhatikan posisi duduk. Pastikan sandaran kursi membentuk sudut sekitar 100–110 derajat.

Dengan sudut itu, posisi duduk tidak terlalu tegak, tapi juga tidak terlalu rebah. Cara duduk seperti itu membantu mengurangi tekanan pada tulang belakang bagian bawah.

Jarak kursi dengan pedal juga harus pas. Lutut sebaiknya sedikit menekuk, tidak lurus penuh. Pastikan punggung bawah tersangga dengan baik.

Jika perlu, tambahkan bantal kecil atau lumbar support untuk menjaga lekuk alami tulang belakang.

BACA JUGA:8 Kesalahan Umum Pemula saat Mengendarai Mobil Manual Berikut Cara Menghindarinya

BACA JUGA:Indosat HiFi Air Hadirkan Internet Praktis Tanpa Kabel, Solusi Ramadan dan Mudik Tetap Nyambung

Selain itu, posisi setir sebaiknya tidak terlalu jauh agar bahu tetap rileks dan tidak tegang. Hindari kebiasaan duduk miring atau bertumpu pada satu sisi dalam waktu lama.

Teknik Atur Napas untuk Kurangi Tegangan Otot

Tak hanya postur, teknik pernapasan juga berperan penting. Saat mengemudi jarak jauh, tubuh cenderung tegang tanpa disadari.

Cobalah teknik napas diafragma: tarik napas dalam melalui hidung selama empat hitungan, tahan dua detik, lalu embuskan perlahan lewat mulut selama enam hitungan.

Teknik ini membantu meningkatkan suplai oksigen, merilekskan otot punggung, serta mengurangi tekanan pada saraf. Lakukan secara berkala, terutama saat mulai terasa pegal atau kaku.

BACA JUGA:Jatim Jadi Provinsi Tujuan Mudik, Dishub Prediksikan Total 7,7 Juta Orang Penumpang Pada Lebaran 2026

BACA JUGA:Cegah Kepadatan Mudik, Kemenhub Ubah Jembatan Timbang Jadi Rest Area

Wajib Istirahat setiap 2–3 Jam

Kementerian Kesehatan dan para ahli tulang belakang menyarankan pengemudi beristirahat setiap dua hingga tiga jam sekali. Manfaatkan waktu tersebut untuk berdiri, berjalan ringan, serta melakukan peregangan sederhana pada punggung dan paha belakang.

Beberapa gerakan ringan seperti membungkuk perlahan, memutar bahu, dan meregangkan kaki dapat membantu melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi tekanan pada tulang belakang.

Mudik memang menjadi momen yang dinanti. Namun, kesehatan tetap harus menjadi prioritas. Dengan posisi duduk yang tepat, teknik napas yang benar, serta istirahat teratur, risiko nyeri punggung dan HNP saat perjalanan 12 jam bisa diminimalkan. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: mayo clinic