JAKARTA, HARIAN DISWAY - Pemerintah mulai menerapkan rekayasa lalu lintas pada arus mudik Lebaran 2026 yang dimulai Selasa, 17 Maret 2026. Kebijakan ini dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan sekaligus menjaga keselamatan pemudik di jalur utama.
Rekayasa lalu lintas tersebut dijalankan oleh Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Korlantas Polri berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor KP-DRJD 854 Tahun 2026, HK.201/1/21/DJPL/2026, Kep/43/II/2026, dan 20/KPTS/Db/2026.
Diperkirakan sekitar 3,53 juta kendaraan akan keluar dari wilayah Jabodetabek melalui empat gerbang tol utama selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026. Pergerakan ini berlangsung pada H-10 hingga H+10 Lebaran melalui GT Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa.
Untuk itu, pemudik diminta memperhatikan jadwal dan titik penerapan rekayasa lalu lintas berikut.
BACA JUGA:Tol Yogya–Solo Segmen Purwomartani–Prambanan Dibuka, Pangkas Waktu Mudik hingga 40 Menit
BACA JUGA:Daftar Tol Fungsional Gratis Mudik Lebaran 2026 di Trans Jawa dan Jadwal Operasinya
Jadwal Pemberlakuan One Way
Sistem satu arah atau one way diterapkan selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026 di sejumlah ruas tol utama.
- Arus mudik
Waktu penerapan dimulai Selasa, 17 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Lokasi pemberlakuan berada di ruas Tol Jakarta Cikampek KM 47 sampai Tol Semarang Solo KM 421. - Arus balik
Penerapan berlangsung mulai 23 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Ruas yang terdampak berada dari KM 421 Tol Semarang Solo menuju KM 70 Tol Jakarta Cikampek.
Lokasi pemberlakuan berada di ruas Tol Jakarta Cikampek KM 47 sampai Tol Semarang Solo KM 421. Penerapan berlangsung mulai 23 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB. Ruas yang terdampak berada dari KM 421 Tol Semarang Solo menuju KM 70 Tol Jakarta Cikampek.
BACA JUGA:Jadwal One Way, Contraflow, dan Ganjil Genap Mudik Lebaran 2026 di Tol Trans Jawa
Jadwal Pemberlakuan Contraflow
Sistem contraflow atau lajur pasang surut juga diterapkan untuk mengatur arus kendaraan selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.
- Arus mudik
Penerapan dimulai Selasa, 17 Maret 2026 pukul 14.00 WIB hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB di ruas Tol Jakarta Cikampek.
Pengaturan tambahan berlaku Sabtu, 21 Maret 2026 pukul 12.00 sampai 20.00 WIB serta Minggu, 22 Maret 2026 pukul 09.00 sampai 18.00 WIB di jalur yang sama. - Arus balik
Contraflow diberlakukan mulai Senin, 23 Maret 2026 pukul 14.00 WIB hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB pada ruas KM 70 Cikampek sampai KM 47 Karawang Barat.
Pengaturan tambahan juga berlaku Selasa, 24 Maret 2026 pukul 14.00 sampai 19.00 WIB dan Minggu, 29 Maret 2026 pukul 14.00 sampai 19.00 WIB di ruas KM 21 sampai KM 8 Tol Jagorawi.
BACA JUGA:Cara Menggunakan Fitur AI Google Maps Terbaru untuk Hindari Macet saat Mudik Lebaran
BACA JUGA:Prediksi Lebaran 2026 versi BRIN dan BMKG Jatuh 21 Maret, Posisi Hilal dan Elongasi Bulan Jadi Kunci
Jadwal Pemberlakuan Ganjil Genap
Sistem ganjil genap juga diberlakukan untuk mengatur kepadatan kendaraan selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di sejumlah ruas tol utama.
- Arus mudik
Penerapan dimulai Selasa, 17 Maret 2026 pukul 14.00 WIB hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Pengaturan berlaku di KM 47 Tol Jakarta Cikampek sampai KM 414 Tol Semarang Batang.
Kebijakan yang sama juga diterapkan di KM 31 hingga KM 98 Tol Tangerang Merak. - Arus balik
Pemberlakuan dimulai Senin, 23 Maret 2026 pukul 00.00 WIB sampai Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Ruas yang terdampak berada di KM 414 Tol Semarang Batang menuju KM 47 Tol Jakarta Cikampek.
Pengaturan ganjil genap juga berlaku di KM 98 hingga KM 31 Tol Tangerang Merak.
BACA JUGA:Lebaran 2026 Diprediksi Dirayakan Serentak Berdasarkan Analisis Posisi Elongasi Bulan
BACA JUGA:Cara Hemat BBM Mudik Lebaran 2026 dengan Poin Reward SPBU Shell, BP, dan Vivo
Menanggapi penerapan rekayasa lalu lintas tersebut, Kementerian Perhubungan meminta masyarakat mematuhi seluruh aturan yang berlaku di jalan.
Masyarakat juga dianjurkan menyiapkan rencana perjalanan mudik sejak awal agar dapat menghindari potensi kepadatan kendaraan di jalur utama. (*)
*) Abidah Hayu Anggonoraras peserta magang dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya