Defisit Anggaran

Rabu 18-03-2026,16:52 WIB
Reporter : Imron Mawardi*
Editor : Yusuf Ridho

Anggaran MBG sebesar Rp355 triliun itu cukup besar. Itu setara dengan 9,23 persen dari APBN tahun 2026 yang besarnya Rp3.842,7 triliun. Untuk mempertahankan defisit di bawah 3 persen, diperkirakan pemerintah membutuhkan Rp238 triliun. 

Itu dengan asumsi harga minyak menembus USD120 per barel yang bisa menekan fiskal hingga defisit mencapai 4 persen dari PDB. 

Potensi harga minyak ke USD120 cukup besar. Sebab, tahun 2008 harga minyak pernah menyentuh USD130 per barel sebelum akhirnya jatuh ke USD46. Tahun 2010 kembali harga minyak naik lagi ke USD120 saat krisis subprime mortgage di AS. 

Pemerintah, menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, sudah membuat berbagai skenario. Jika harga minyak USD115, kurs Rp 17.500 per dolar, imbal hasil SBN ada di 7,2 persen, defisit akan berada di 4,06 persen PDB.  

Jika harga minyak mencapai USD130, defisit bisa mencapai 4,6 persen. Dampaknya, rupiah bisa merosot di bawah Rp 17.500 per dolar AS. (*)

*) Imron Mawardi adalah guru besar dan ketua Departemen Ekonomi Islam pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga.

 

Kategori :