HARIAN DISWAY - Joan Mir membawa harapan baru bagi Honda HRC setelah menunjukkan kemajuan signifikan sepanjang awal MotoGP 2026. Meski sempat dihantam nasib buruk di seri pembuka GP Thailand, tekadnya untuk bangkit di GP Brasil membuka peluang kebangkitan pabrikan Jepang tersebut.
Performa Joan Mir Meningkat di Awal MotoGP 2026
Joan Mir (Honda HRC) menunjukkan performa gemilang selama uji coba pramusim MotoGP 2026. Ia menjadi pembalap terbaik Honda dengan finis di posisi kelima di Sepang dan posisi keenam di Buriram. Pembalap berusia 28 tahun itu kini memikul ekspektasi besar di pundaknya.
"Baik itu musim pertama atau kedelapan Anda di MotoGP, kegembiraan untuk balapan pertama tidak pernah pudar! Musim dingin ini panjang, penuh dengan latihan intensif, dan saya merasa siap untuk mengeluarkan potensi saya," ujar Mir, menyoroti peningkatan performa Honda RC213V.
Momentum Mir berlanjut pada seri pembuka GP Thailand, di mana ia meraih posisi ketujuh dalam sesi latihan dan mengamankan posisi kesepuluh di grid saat kualifikasi.
BACA JUGA:Strategi Baru VR46 Terungkap: Pengalaman dan Darah Muda untuk 2027
BACA JUGA:MotoGP Brasil 2026: Sirkuit Goiania Jadi Ujian Berat Marc Marquez
“Dalam kondisi yang menantang, kepercayaan diri terhadap motor sangat penting. Selama 12 bulan terakhir, kepercayaan diri saya dengan Honda meningkat pesat,” ujar Mir.
Hasil GP Thailand 2026: Sempat Bersinar di Sprint
Joan Mir, saat di GP Thailand awal Maret 2026--Twitter M Sports @MSports_all
Pada balapan Sprint, Joan Mir menunjukkan gaya balap agresifnya. Ia melesat dari garis start dan tampil cekatan saat bermanuver di antara para pesaing.
Taktik beraninya membuahkan hasil dengan finis di posisi ketujuh, meningkat dua posisi dibandingkan Sprint musim sebelumnya di Thailand.
"Saya senang dengan penampilan kami di Buriram. Tahun lalu kami kesulitan meraih hasil solid di luar lima besar. Ini akan membuat perbedaan di akhir musim," tambah Mir.
Masalah Teknis Gagalkan Finis di Balapan Utama
Namun, hasil positif tersebut tidak berlanjut di balapan utama. Joan Mir terpaksa DNF akibat masalah pada roda belakang, meski sebelumnya tampil kompetitif.
Salah satu momen terbaiknya adalah saat menyalip Fabio Di Giannantonio dalam perebutan posisi tiga, sebelum akhirnya tersingkir karena kendala teknis.
"Saya menikmati balapan dan melakukan beberapa manuver hebat, tapi sesuatu di luar kendali kami menghentikan segalanya," ujarnya.
BACA JUGA:Efek Geopolitik: MotoGP Tunda GP Qatar 2026, Lusail Masuk Triple-Header Penutup Musim