Cheng Yu Pilihan Owner CV Kilo Varia Usaha Fajar Mulawarman: Ju An Si Wei

Jumat 20-03-2026,08:00 WIB
Reporter : Annie Wong & Novi Basuki
Editor : Indria Pramuhapsari

HARIAN DISWAY - Salah satu petuah yang terus-menerus diajarkan kepada kita sejak belia adalah "berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian; bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian."

Dalam artian, kesengsaraan yang kita rasakan merupakan awal, kalau bukan prasyarat, keberhasilan kita di masa depan. Makanya, kita tidak usah meratapi penderitaan. Sebab, sebagaimana judul buku R. A. Kartini, "Habis gelap, terbitlah terang."

Namun, ada sebuah video lucu yang mungkin Anda juga pernah menontonnya. Dalam video itu, seseorang yang sepertinya merupakan pemilik toko, sedang menyemangati penjaga tokonya.

Si pemilik toko bilang, "Intinya kita harus semangat. Jangan sampai kita meminta-minta. Kita harus berusaha. Kalau hari ini ada yang beli, ya syukur; kalau tidak ada, ya tidak apa-apa. Intinya, hari ini kita berusaha; besok siapa tahu tambah?"
Si penjaga toko garuk-garuk kepala, tampak sedang memikirkan jawabannya.
"Tambah apa?" tanya si pemilik toko lagi.
"Tambah parah!" jawab si penjaga toko.
Tawa pun pecah. 

Fajar Mulawarman, owner CV Kilo Varia Usaha, agaknya juga berpandangan demikian. Menurutnya, "Today is difficult, tomorrow is much more difficult."

Kendati pepatah Tiongkok memastikan "sesudah pahit akan datang manis" (苦尽甘来 kǔ jìn gān lái), tapi peribahasa lainnya juga menasihati kita untuk memupuk spirit "居安思危" (jū ān sī wēi): memikirkan krisis sekalipun sedang dalam keadaan damai. 

Tentu bukan untuk mengajari kita pesimistis, melainkan supaya kita senantiasa waspada agar tidak terlena ketika berada di zona nyaman. 

Pasalnya, kata adagium Tiongkok, "千里之堤,溃于蚁穴" (qiān lǐ zhī dī, kuì yú yǐ xué): tanggul yang kokoh pun, bisa jebol akibat lubang semut. (*)

Kategori :