BACA JUGA:Rudal Iran Hantam Pangkalan Udara Saudi, Lima Pesawat Tanker AS Rusak
BACA JUGA:Kans Timnas Indonesia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026 Terbuka
F-35A dilengkapi mesin Pratt & Whitney F135 yang mampu melaju hingga kecepatan supersonik Mach 1.6 atau sekitar 1.960 km/jam.
Selain itu, pesawat ini memiliki kemampuan manuver hingga 9G serta didukung helm pintar yang mampu menampilkan data tempur secara 360 derajat melalui sistem Distributed Aperture System (DAS).
Teknologi stealth pada F-35A memungkinkan pesawat menghindari deteksi radar dengan desain khusus dan material penyerap gelombang radar.
Namun, keberhasilan Iran mengunci target tersebut menunjukkan adanya potensi celah terhadap sistem pertahanan terbaru.
Rangkaian Kerugian Militer AS
Insiden ini menambah daftar kerugian militer AS dalam konflik yang telah berlangsung hampir tiga minggu.
Dilaporkan sekitar 20 pesawat Angkatan Udara AS mengalami kerusakan hingga hancur dalam berbagai insiden.
BACA JUGA:Trump Telepon Putin 1 Jam, Diminta Akhiri Konflik dengan Iran secara Diplomatik
BACA JUGA:Trump Klaim Perang Iran Bisa Segera Berakhir, AS Telah Capai Kemajuan Besar
Beberapa di antaranya termasuk tiga unit F-15E Strike Eagle yang terkena insiden salah sasaran pada 2 Maret, serta pesawat tanker KC-135 Stratotanker yang jatuh di Irak barat pada 12 Maret dan menewaskan enam awak.
Selain itu, sejumlah drone MQ-9 Reaper juga dilaporkan hilang selama konflik berlangsung.
Perkembangan ini menunjukkan eskalasi konflik yang semakin serius, sekaligus menandai tantangan baru bagi dominasi teknologi militer Amerika di kawasan. (*)