HARIAN DISWAY - Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, momen Idulfitri sering kali menjadi ajang "balas dendam" kuliner.
Hidangan khas seperti opor ayam, rendang, ketupat, hingga aneka kue kering manis menjadi daya tarik yang sulit ditolak saat menikmati hari raya.
Namun, tanpa disadari, perubahan pola makan drastis ini dapat memicu kenaikan berat badan dalam waktu singkat.
Lonjakan kalori, gula, dan lemak jenuh yang dikonsumsi selama beberapa hari berturut-turut berpotensi mengganggu metabolisme dan menumpuk lemak visceral.
BACA JUGA:6 Tip Diet Efektif untuk Turunkan Berat Badan secara Sehat
BACA JUGA:6 Olahraga Aman dan Efektif untuk Penderita Obesitas, Turunkan Berat Badan Tanpa Cedera
Meski demikian, menjaga berat badan tetap stabil setelah Lebaran bukan hal yang mustahil. Kuncinya terletak pada konsistensi dan niat untuk kembali pada kebiasaan sehat secara bertahap.
Berikut tujuh strategi praktis yang dapat dilakukan:
1. Kembali ke Pola Makan Teratur dan Terjadwal
PORSI GIZI SEIMBANG membantu menstabilkan metabolisme pasca-Lebaran. Gunakan piring kecil untuk mengontrol porsi.--freepik.com
Mulailah mengatur ulang jadwal makan seperti sebelum Ramadan, seperti tiga kali makan utama dengan porsi seimbang, ditambah camilan sehat jika diperlukan.
Hindari kebiasaan "makan kapan saja" yang sering terjadi saat masa liburan.
BACA JUGA:5 Kiat Sehat Lebaran Tanpa Khawatir Berat Badan Naik
BACA JUGA:Volume Eating, Metode Diet Dengan Makan Banyak yang Efektif Turunkan Berat Badan
Tips praktis: Gunakan piring lebih kecil untuk membantu mengontrol porsi, dan pastikan setiap piring mengandung karbohidrat kompleks, protein, serta sayur dalam proporsi seimbang.