YERUSALEM, HARIAN DISWAY-Ledakan besar mengguncang Kota Tua Yerusalem, Jumat, 21 Maret 2026, setelah peringatan serangan rudal dari Iran. Dampak serangan itu nyata. Sebuah kawah terbentuk di lereng bukit. Puing-puing beterbangan hingga ke jalan di sekitarnya.
Lokasi ledakan hanya berjarak beberapa ratus meter dari situs-situs paling suci di dunia. Yakni, Masjid Al-Aqsa, Western Wall, dan Gereja Kebangkitan Yesus. Ketiganya menjadi simbol penting bagi umat Islam, Yahudi, dan Kristen.
Jurnalis Agence France-Presse melaporkan langsung dampak ledakan tersebut. Area di kawasan Yahudi di Kota Tua segera ditutup aparat kepolisian setelah beberapa dentuman keras terdengar di pusat kota.
“Kami mendengar ledakan sangat besar dan puing-puing terlempar hingga sekitar 15 meter,” kata Schimon Elkayam, 44, sambil menunjukkan pecahan batu yang ia temukan di lokasi.
Ia juga menyampaikan kekhawatiran yang lebih besar. “Sekarang komunitas Yahudi, Kristen, dan Muslim, semuanya menjadi target,” ujarnya.
BACA JUGA:Warga Iran Salat Id di Tengah Perang, Teheran Padat Meski Diancam Serangan
BACA JUGA:F-35A Lightning II Ditembak Iran, Jet Siluman Andalan AS Dipaksa Mendarat Darurat
Militer Israel sebenarnya menyatakan bahwa kawasan Kota Tua terkena dampak pecahan rudal Iran. Namun, aparat kepolisian memberikan penjelasan berbeda. Komandan polisi Kota Tua, Dvir Tamim, mengatakan ledakan disebabkan oleh hantaman langsung rudal. Bukan sekadar serpihan rudal hasil pencegahan. Dan tim penjinak bom masih memeriksa untuk memastikan jenis rudal yang digunakan.
Kepolisian Israel menyebut, hulu ledak yang jatuh mengandung puluhan kilogram bahan peledak. Meski demikian, AFP belum dapat memverifikasi secara independen apakah itu merupakan hantaman langsung atau serpihan dari sistem pertahanan udara.
Kementerian Luar Negeri Israel langsung bereaksi keras. Mereka menuding Iran menyerang situs suci yang dihormati tiga agama. “Serangan Iran terhadap situs-situs suci yang dihormati tiga agama menunjukkan kegilaan rezim Iran yang mengklaim dirinya religius,” tulis kementerian tersebut dalam pernyataan di platform X. Pernyataan itu juga menyebut serangan tersebut sebagai “hadiah Iran” di momen Idulfitri.
Seorang warga di distrik sekitar lokasi kejadian mengatakan melihat benda jatuh dari langit. “Sesuatu jatuh lurus dari langit. Lalu terdengar ledakan keras dan asap putih naik,” ujarnya.
Rudal Iran Hantam Kawasan Kota Tua Yerusalem, Dekat Situs Suci Tiga Agama. Anak-anak Yahudi di dalam tembok kota Yerusalem melihat tim penyidik bekerja setelah serangan, 20 Maret 2026.-John Wessels-AFP-
Akibat insiden itu, setidaknya satu orang mengalami luka ringan dan telah dibawa ke rumah sakit. Selain itu, kerusakan juga terjadi di area sekitar, termasuk lapangan sepak bola yang biasa digunakan anak-anak. “Ledakan itu membuat puing-puing beterbangan sampai ke lapangan tempat anak saya bermain. Ini menakutkan,” kata Devorah Abramson, 48.
Insiden di Kota Tua initui bukan yang pertama. Awal pekan ini, kepolisian Israel juga melaporkan jatuhnya serpihan rudal di kawasan yang sama setelah serangan Iran.
BACA JUGA:Perang Iran dan Kompleksitas Geopolitik di Timur Tengah