BACA JUGA:Mengapa AS-Israel Takut Iran Punya Bom Nuklir?
Serangan tersebut merupakan bagian dari eskalasi konflik antara Iran dan Israel, yang juga melibatkan Amerika Serikat. Sejak 28 Februari 2026, Iran secara rutin meluncurkan rudal sebagai balasan atas serangan udara ke wilayahnya.
Hari itu, beberapa kali sirene peringatan serangan udara terdengar di Yerusalem dan Tel Aviv. Layanan darurat melaporkan sedikitnya dua orang terluka di wilayah dekat Tel Aviv. Media lokal juga menayangkan gambar sebuah bangunan permukiman yang terbakar akibat serangan.
AFP menulis, perkembangan perang telah mengarah ke area sensitif, termasuk kawasan bersejarah dan religius. Dampaknya tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga meningkatkan ketegangan antar komunitas yang selama ini hidup berdampingan di Kota Tua Yerusalem. (*)