Menebak-nebak Petinggi Iran yang Diklaim Trump Berdialog dengan AS: Figur Penting dengan Akses Diplomasi

Rabu 25-03-2026,14:03 WIB
Reporter : Doan Widhiandono
Editor : Noor Arief Prasetyo

Masoud Pezeshkian

Sebagai presiden sejak 2024, Pezeshkian secara formal adalah wajah pemerintahan Iran. Ia berasal dari kubu moderat dan mencoba membangun citra sebagai figur rakyat.

Namun dalam sistem Iran, presiden bukan pemegang otoritas tertinggi. Keputusan strategis tetap berada di tangan pemimpin tertinggi. 


Masoud Pezeshkian.--

Aktivitas publiknya tetap berjalan. Ia bahkan turun langsung ke jalan dalam aksi pro-pemerintah dan pro-Palestina, termasuk berinteraksi dengan warga. Dalam momen itu, mantan Kepala Dewan Keamanan Ali Larijani hadir. Sayangnya, Larijani kemudian terbunuh pada 17 Maret 2026.

Abbas Araghchi

Sebagai menteri luar negeri, Araghchi adalah figur yang secara teknis paling relevan dalam komunikasi dengan pihak luar.

Ia sudah terlibat langsung dalam pembicaraan dengan utusan AS di Oman bulan lalu. Namun, pertemuan itu gagal menghentikan perang.

Perkembangan terbaru menunjukkan adanya komunikasi langsung dengan utusan AS dalam beberapa hari terakhir. Menurut pejabat Iran, komunikasi itu masih sebatas “penjajakan” untuk meredakan konflik.


Abbas Araghchi.--

Araghchi juga aktif tampil di media, termasuk media Amerika, untuk membela posisi Iran. Latar akademiknya kuat, dengan gelar doktor di bidang pemikiran politik dari Inggris.

Meski demikian, posisinya sebagai menteri luar negeri membuatnya kecil kemungkinan disebut sebagai “top person” yang dimaksud Trump.

Ahmad Vahidi

Sebagai komandan tertinggi Garda Revolusi, Vahidi secara struktur memiliki kekuatan militer signifikan. Namun, visibilitasnya selama perang justru sangat rendah.

Ia merupakan komandan ketiga dalam waktu kurang dari setahun. Sebab, dua pendahulunya tewas dalam konflik sebelumnya. Situasi itu membuat stabilitas komando militer ikut terganggu.

Sepanjang perang saat ini, hanya satu pernyataan resmi atas namanya yang dirilis. Yakni ucapan belasungkawa atas tewasnya komandan milisi Basij pada 19 Maret 2026.

Kategori :