HARIAN DISWAY - Kabar mengejutkan datang dari Liverpool pada Rabu dini hari WIB, 25 Maret 2026. Secara resmi, klub mengonfirmasi bahwa sang ikon, Mohamed Salah, akan angkat kaki dari Anfield pada akhir musim kompetisi 2025-2026.
Keputusan tersebut sekaligus menjadi penutup dari perjalanan karier legendaris sang pemain asal Mesir tersebut dalam seragam klub yang berjuluk The Reds itu.
Sebagai pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang masa sejarah klub, kepergiannya jelas meninggalkan lubang yang sangat besar.
Sejak diboyong dari AS Roma pada musim 2017-2018, Salah langsung menjadi tumpuan utama, mengantarkan Liverpool meraih dua gelar Premier League, satu trofi Liga Champions, dan enam piala bergengsi lainnya.
BACA JUGA:Breaking News! Mohamed Salah Resmi Tinggalkan Liverpool di Akhir Musim
BACA JUGA:Virgil Van Dijk Ingin Mohamed Salah Bertahan di Liverpool di Tengah Rumor Hengkang
Sebenarnya, loyalitas Salah tak perlu diragukan. Ia adalah sosok yang sangat mencintai Liverpool, terbukti dari keputusannya tahun lalu untuk menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi dua tahun (hingga 2027) dan menolak mentah-mentah tawaran kontrak fantastis dari klub-klub Saudi Pro League.
Lalu, apa yang membuat Salah memutuskan hengkang sebelum kontraknya habis? Benarkah ia pergi karena dinamika dan nasib buruk yang menimpa Liverpool sepanjang musim 2025-2026? Atau ada faktor perselisihan dengan sang pelatih Arne Slot?
Beban Ekspektasi dan Konflik Internal
Mohamed Salah resmi umumkan bakal tinggalkan Liverpool akhir musim 2025/2026, mengakhiri era emasnya sebagai legenda Anfield dengan koleksi 255 gol.--Getty Images
Keputusan Salah untuk hengkang jelas tidak diambil secara gegabah. Hal itu merupakan puncak dari rentetan masalah yang sudah menumpuk sejak bulan Agustus. Awalnya, skuad asuhan Arne Slot ini menatap musim baru dengan optimisme selangit.
Datang dengan status juara bertahan Premier League, Liverpool rela jor-joran di bursa transfer demi mendatangkan bintang-bintang seperti Alexander Isak, Florian Wirtz, hingga Hugo Ekitike.
BACA JUGA: Lima Klub Incar Mohamed Salah dari Liverpool, Ada Al-Ittihad hingga PSG
BACA JUGA:Mohamed Salah Ngamuk! Merasa Dikhianati Liverpool dan Arne Slot, Saatnya Hengkang?
Para pemain baru itu diharapkan bisa melengkapi skuad yang sudah solid yang dipimpin oleh Salah—yang kebetulan baru saja melewati musim fenomenal dengan catatan 34 gol, 23 assist, serta meraih gelar Pemain Terbaik (PFA Player of the Year) ketiganya.
Sayangnya, realita di lapangan jauh dari harapan. Liverpool justru terseok-seok, dan Salah merasa dirinya dijadikan kambing hitam atas segala kegagalan tim.