Iran Tembak Kapal Induk AS, Perang Timur Tengah Kian Meluas

Rabu 25-03-2026,22:18 WIB
Reporter : Agustinus Fransisco
Editor : Doan Widhiandono

TEHERAN, HARIAN DISWAY-Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah Iran mengklaim telah menembakkan rudal jelajah ke kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, di tengah upaya diplomasi yang sedang berlangsung, Rabu, 25 Maret 2026.

Militer Iran menyatakan serangan tersebut memaksa armada AS mengubah posisi, sekaligus memperingatkan akan adanya serangan lanjutan jika kapal-kapal yang dianggap “musuh” mendekat.

Eskalasi ini terjadi hanya beberapa jam setelah muncul laporan mengenai proposal damai dari Amerika Serikat kepada Iran, menunjukkan bahwa jalur diplomasi berjalan beriringan dengan aksi militer di lapangan.

Konflik yang telah melibatkan berbagai negara kini meluas ke sejumlah wilayah, termasuk Israel, Lebanon, Bahrain, Kuwait, Yordania, dan Arab Saudi. Serangan udara dan rudal dilaporkan terjadi di berbagai titik strategis.

BACA JUGA:Menebak-nebak Petinggi Iran yang Diklaim Trump Berdialog dengan AS: Figur Penting dengan Akses Diplomasi

BACA JUGA:Adu Narasi Donald Trump dan Iran tentang Akhir Perang: Klaim Segera Berakhir untuk Tenangkan Pasar

Israel menyatakan telah menyerang target di Teheran serta fasilitas pengembangan kapal selam di Isfahan. Sementara itu, di Lebanon, serangan udara Israel menghantam wilayah selatan Beirut yang dikenal sebagai basis kelompok Hizbullah.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur sipil. Bangunan tempat tinggal dilaporkan mengalami kerusakan parah, sementara ribuan warga terpaksa mengungsi.

Menurut otoritas Lebanon, lebih dari 1.000 orang tewas sejak konflik meluas dalam tiga pekan terakhir, dengan lebih dari satu juta warga kehilangan tempat tinggal.

Konflik di Lebanon dipicu oleh serangan roket Hizbullah ke Israel pada awal Maret, yang disebut sebagai respons atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

BACA JUGA:Mengenal Mohammad Bagher Ghalibaf, Petinggi Militer Iran yang Difavoritkan AS

BACA JUGA:Iran Tantang Balik Gertakan Trump: Siap Ratakan Infrastruktur AS di Timur Tengah

Di tengah situasi tersebut, warga sipil menghadapi ketidakpastian. Di Teheran, seorang warga menyebut kondisi kebutuhan dasar masih tersedia, tetapi rasa tidak berdaya semakin kuat karena tidak adanya kepastian kapan konflik akan berakhir.

Sementara itu, di kota Tyre, Lebanon selatan, warga tetap bertahan meski serangan terus berlangsung. Banyak dari mereka memilih tidak meninggalkan tempat tinggalnya meskipun risiko meningkat.


Pelaut AS sedang mempersiapkan pesawat EA-18G Growler, yang tergabung dalam Skuadron Serangan Elektronik (VAQ) 133, untuk lepas landas dari dek penerbangan kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN 72) dalam rangka mendukung Operasi Epic Fury pada-US Airforce-AFP

Kategori :