HARIAN DISWAY - Sejumlah laporan mengungkap dugaan kesalahan serius yang dilakukan tim medis Real Madrid terhadap kondisi cedera Kylian Mbappe.
Striker asal Prancis itu disebut sempat dinyatakan “fit” setelah pemeriksaan yang ternyata dilakukan pada lutut yang salah. Insiden ini terjadi pada Desember 2025 dan dinilai sebagai blunder besar yang berpotensi membahayakan karier sang pemain.
Masalah bermula ketika Mbappe mengeluhkan rasa tidak nyaman pada lututnya usai pertandingan melawan Celta Vigo.
Ia kemudian menjalani pemeriksaan medis, namun laporan menyebutkan bahwa tim medis secara keliru memindai lutut kanan, padahal cedera sebenarnya berada di lutut kiri. Akibatnya, tidak ditemukan masalah serius dalam hasil pemeriksaan tersebut.
Jurnalis Daniel Riolo menjadi sosok pertama yang mengungkap dugaan ini. Ia menyebut kejadian tersebut sebagai “memalukan” bagi klub sebesar Real Madrid.
BACA JUGA:Real Madrid vs Getafe 0-1, Tanpa Mbappe, Los Blancos Memble
BACA JUGA:Mbappe Diragukan Tampil Lawan Man City, Real Madrid Siapkan Skenario Alternatif
Real Madrid waswas nantikan pemulihan Mbappe jelang lawan Man City, sementara Rodrygo siap kembali bermain di bawah arahan Alvaro Arbeloa.--Getty Images
Dalam pernyataannya, Riolo menegaskan bahwa situasi ini nyaris berujung fatal bagi Mbappe. Ia mengatakan bahwa sang pemain sempat tampil dalam beberapa pertandingan tanpa mengetahui kondisi sebenarnya, yang berisiko memperparah cedera.
Beberapa media lain, termasuk The Athletic, turut memperkuat laporan tersebut. Namun, klaim bahwa kesalahan ini menyebabkan pemecatan sejumlah staf medis dibantah oleh sebagian media Spanyol.
Meski begitu, kasus ini tetap memunculkan pertanyaan besar terkait profesionalisme dan standar penanganan medis di klub elite.
BACA JUGA:Real Madrid Tanpa Mbappe Lawan Man City, Donnaruma Sedikit Lega
BACA JUGA:Real Madrid vs Benfica: Mbappe Terpaksa Parkir Akibat Cedera Lutut Kambuhan
Yang paling mengkhawatirkan adalah fakta bahwa Mbappe tetap bermain selama beberapa pertandingan dalam kondisi cedera yang tidak terdiagnosis dengan benar.
Dalam periode tersebut, ia bahkan mampu mencetak sejumlah gol penting, menunjukkan dedikasi tinggi meski berada dalam kondisi fisik yang tidak ideal. Namun, risiko jangka panjang dari keputusan tersebut menjadi sorotan utama.