Ia mengingatkan anak asuhnya untuk siap menghadapi tekanan semacam itu, terutama dalam situasi bola mati.
Menurutnya, pengalaman dan kesiapan mental akan sangat menentukan. Ia menggambarkan bagaimana Irlandia Utara kerap mengirim banyak pemain ke kotak penalti untuk memburu bola kedua.
Karena itu, Italia dituntut untuk disiplin dan siap “menderita” dalam pertandingan demi meraih hasil maksimal. Di sisi lain, Irlandia Utara datang dengan motivasi tinggi meski memiliki catatan kurang baik saat bermain tandang melawan tim-tim besar.
Pelatih timnas Irlandia Utara, Michael O'Neill, siap menghadapi Timnas Italia pada ajang play-off Piala Dunia 2026.-Charles McQuillan-Getty Images
Mereka tercatat kalah dalam enam laga tandang kompetitif terakhir melawan tim peringkat 20 besar dunia. Namun, semangat untuk menciptakan sejarah baru tetap menjadi bahan bakar utama.
Penyerang Josh Magennis menegaskan bahwa timnya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan langka ini. Ia menyebut pertandingan tersebut sebagai momen yang akan dikenang seumur hidup.
“Ini malam yang akan kami ingat selamanya, apa pun hasilnya. Kami ingin memastikan itu menjadi kenangan indah,” paparnya.
BACA JUGA:Marco Verratti Berpeluang Kembali ke Timnas Italia, Gianluigi Buffon Ungkap Perannya
BACA JUGA:Peluang Timnas Italia ke Piala Dunia 2026 Terbuka Jika Iran Mundur
Irlandia Utara terakhir kali hampir lolos ke Piala Dunia pada 2018, namun gagal setelah kalah agregat dari Swiss. Kini, mereka berambisi mengakhiri penantian panjang selama 40 tahun untuk kembali tampil di turnamen terbesar dunia tersebut.
Pertandingan itu pun dipastikan berlangsung sengit, dengan kedua tim membawa tekanan dan ambisi masing-masing. Italia ingin menghapus trauma masa lalu, sementara Irlandia Utara bertekad menciptakan sejarah baru.
Semua akan ditentukan oleh siapa yang mampu tampil lebih siap, baik secara taktik maupun mental, di momen krusial ini. (*)