HARIAN DISWAY - Banyak pepatah Tiongkok yang dijadikan pegangan oleh Mirza Muttaqien. Tiga di antaranya ialah "学无止境" (xué wú zhǐ jìng), "知行合一" (zhī xíng hé yī), dan "三人行,必有我师焉" (sān rén xíng, bì yǒu wǒ shī).
Masing-masing terjemahannya adalah "belajar tidak ada batasnya", "pengetahuan dan tindakan harus menyatu", dan "jika tiga orang berjalan bersama, pasti ada yang bisa menjadi guru saya."
"Saya memaknai ketiganya sebagai ajakan untuk tidak berhenti belajar apa pun, di mana pun, dan kepada siapa pun. Namun, tidak cukup hanya belajar, harus dibarengi dengan aksi nyata; bukan cuma berteori," terang dirut PT Jatim Grha Utama tersebut.
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Direktur Utama PT Tani Agro Niaga Indonesia Frans Tambunan: Hao Shi Duo Qian
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Vice President Project Management Office PT BRI (Persero) Tbk Dwi Normasari: Hou Ji Bo Fa
Pun demikian Islam: mengajarkan hal yang kurang lebih sama. Anda tentu akrab dengan seruan, yang acap dinisbahkan sebagai hadis, yang artinya kira-kira, "Tuntutlah ilmu sejak dari buaian ibu sampai ke liang lahat."
Terkait keterbukaan untuk mau belajar dari siapa saja, secara implisit bisa kita baca dari Nabi Muhammad yang memerintahkan Zaid bin Tsabit, sahabat yang Rasulullah percayakan menulis wahyu, untuk belajar Ibrani, bahasanya orang Yahudi.
Muslim juga diwanti-wanti untuk mempraktikkan ilmunya. Sebab, kata petuah Arab, "Ilmu bila tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah" (al-'ilmu bilaa 'amalin kassyajari bilaa tsamarin).
Berarti, tak ada ajaran manapun yang menganjurkan kita untuk menjadi manusia yang tertutup, merasa paling pintar lalu berhenti belajar, dan omon-omon belaka. (*)
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Owner CV Kilo Varia Usaha Fajar Mulawarman: Ju An Si Wei