Warga Singapura Heran Harga BBM di Indonesia Stabil di Tengah Perang Timur Tengah

Kamis 26-03-2026,19:34 WIB
Reporter : Fiella Widya Rahma Aprillia
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY - Seorang warganet asal Singapura yang tinggal di Indonesia Nicholas Wu menyampaikan keheranannya akan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi minyak di Indonesia yang relatif stabil hingga saat ini.

Di tengah situasi konflik Timur Tengah, banyak negara yang terkena dampak dengan melonjaknya harga minyak akibat penutupan Selat Hormuz. Termasuk negara-negaraAsia dan ASEAN. Seperti Filipina dan Bangladesh yang telah mengumumkan secara resmi status darurat energi nasional.

Harga BBM di Indonesia masih terbilang stabil, tidak mengalami kenaikan yang berarti seperti negara-negara lain.

Dalam unggahannya di platform Instagram, Nicholas mengungkapkan keheranannya melalui video yang mengatakan bahwa gejolak harga minyak dalam beberapa waktu terakhir telah memengaruhi banyak negara, namun masyarakat Indonesia dinilai relatif tidak terdampak secara langsung karena pemerintah masih menahan harga BBM bersubsidi.

BACA JUGA:Krisis BBM Imbas Penutupan Selat Hormuz, Filipina Impor Minyak dari Rusia

BACA JUGA:Konsumsi Pertamax Series Naik Signifikan Saat Lebaran 2026, BBM Berkualitas Jadi Primadona

“Sebagai seorang warga Singapura yang tinggal di Indonesia, saya juga sering bertanya-tanya, bagaimana pemerintah bisa mempertahankan kondisi ini dalam waktu yang cukup lama?” ungkap Nicholas dalam video unggahannya.


Sebelumnya, pemerintah menyampaikan stok BBM dalam kondisi aman hingga 21 hari ke depan, terutama menjelang periode Lebaran. -dok Disway-

Ia menyebutkan bahwa selama tiga minggu terakhir pemerintah Indonesia tidak menaikkan harga bahan bakar bersubsidi karena memiliki anggaran untuk menopang kebijakan tersebut.

Ia juga membandingkan kondisi tersebut dengan Singapura, di mana masyarakat harus membayar harga bahan bakar sesuai mekanisme pasar. Menurutnya, harga bahan bakar di Indonesia tergolong rendah, yakni sekitar 60 sen.

“Tahukah Anda berapa harga bahan bakar di Indonesia? Hanya sekitar 60 sen. Saya sangat mengagumi pemerintah Indonesia karena mereka benar-benar berusaha meredam dampak kenaikan harga bagi masyarakatnya,” ucap Nicholas.

BACA JUGA:Harga BBM Tetap Stabil di Tengah Perang Timur Tengah, Warganet Soroti Kebijakan Pemerintah

BACA JUGA:Pertamina Pastikan Stok BBM Lebaran 2026 Aman, Cadangan Nasional Tembus 28 Hari

Meskipun begitu, ia berpendapat bahwa subsidi tidak dapat dipertahankan selamanya dan memperkirakan bahwa pemerintah Indonesia kemungkinan akan mengumumkan kebijakan baru dalam waktu dekat.

“Menurut saya, seluruh dunia tidak menyangka perang ini akan terjadi. Namun, tidak mungkin subsidi seperti ini dapat dipertahankan selamanya,” kata Nicholas.

Dalam kondisi ini ia berharap jika nantinya masyarakat Indonesia dapat bersiap apabila terjadi perubahan kebijakan dari pemerintah terkait dengan subsidi bahan bakar.(*)

*) Peserta Magang dari Universitas Negeri Surabaya

Kategori :