HARIAN DISWAY - Kepergian Mohamed Salah membuka peluang besar bagi Florian Wirtz untuk mendapatkan peran yang lebih sesuai di Liverpool.
Dengan perubahan pendekatan taktik yang direncanakan, Wirtz tidak lagi harus bermain melebar di sisi kiri seperti sebelumnya, melainkan bisa kembali ke posisi naturalnya sebagai gelandang serang.
Di bawah pelatih Arne Slot, Liverpool disebut tengah menyiapkan transformasi sistem permainan dari 4-2-3-1 menjadi 4-2-2-2. Skema ini memungkinkan dua gelandang kreatif beroperasi lebih sentral di belakang dua striker.
Bagi Wirtz, ini adalah kabar positif, mengingat ia pernah tampil luar biasa di peran tersebut saat masih membela Bayer Leverkusen.
Perubahan ini sekaligus menandai pergeseran identitas permainan Liverpool. Jika sebelumnya serangan banyak bertumpu pada pergerakan eksplosif Salah dari sisi kanan, kini tim akan lebih mengandalkan kreativitas di tengah serta kombinasi antarlini.
Wirtz diharapkan menjadi salah satu pusat kreativitas tersebut bersama Dominik Szoboszlai, yang juga diplot mengisi peran serupa.
Dengan sistem baru ini, Liverpool tampak ingin membangun permainan yang lebih kolektif dan fleksibel, tanpa ketergantungan pada satu pemain kunci seperti sebelumnya.
BACA JUGA:Mo Salah Tinggalkan Liverpool Sebelum Kontraknya Habis, Apa yang Terjadi?
BACA JUGA:Mohamed Salah Pamit dari Liverpool: MLS, Arab Saudi, atau Tetap di Eropa?
Duet Striker Baru dan Penyesuaian Lini Tengah
Selebrasi Hugo Ekitike (kanan) usai buat Liverpool unggul 2-0 atas Galatasaray (Agg 2-1) dalam laga leg kedua 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis 19 Maret 2026--Uefa.com
Selain perubahan peran Wirtz, fokus utama Liverpool juga tertuju pada lini depan. Dua striker mahal, Alexander Isak yang didatangkan dari Newcastle United dan Hugo Ekitike dari Eintracht Frankfurt, diproyeksikan menjadi duet utama dalam formasi baru.
Keduanya diharapkan mampu menggantikan kontribusi gol besar yang selama ini diberikan oleh Salah, meskipun sejauh ini mereka belum banyak tampil bersama, terutama karena kondisi kebugaran Isak.
Di lini tengah, perubahan taktik juga membawa konsekuensi pada peran pemain lain. Ryan Gravenberch dan Alexis Mac Allister kemungkinan besar akan mengisi posisi gelandang bertahan.
Khusus bagi Mac Allister, peran ini menuntutnya bermain lebih dalam dan lebih defensif dibandingkan biasanya, meski ia dikenal memiliki kemampuan menyerang yang baik.
Sementara itu, kehadiran pemain-pemain baru seperti Isak, Ekitike, dan Wirtz dalam satu susunan tim disebut sebagai prioritas utama klub untuk musim depan.