Masuk Agenda RUPS, Irwan Hidayat Disiapkan Kembali Pimpin Sido Muncul

Sabtu 28-03-2026,11:30 WIB
Reporter : Ivan Indrajaya
Editor : Thoriq S Karim

Itu dilakukan agar perusahaan bisa berdiri sejajar dengan standar global. Bahkan, menyamai perusahaan di Singapura.

BACA JUGA:’’Bar Jamu’’ Ala Tiongkok, Obat Stres Anak Muda: Merusak Diri Sendiri, Tapi Tetap Menyehatkan

Langkahnya tidak setengah-setengah. Lima strategi disiapkan sebagai fondasi baru. 

Pertama, membangun sistem tata kelola yang lebih transparan, termasuk merapikan aturan keluarga agar lebih terstruktur dan formal. 

Kedua, memperkuat efisiensi melalui sistem digital internal bernama SMART. Sistem ini memungkinkan pengawasan real-time terhadap pengadaan dan inventori. 

“Teknologi ini bukan sekadar alat, melainkan cara baru untuk menutup celah kebocoran dan meningkatkan akuntabilitas,” ucap Irwan.

BACA JUGA:RI–Singapura Matangkan Ekspor Listrik Hijau, Batam–Bintan–Karimun bakal Jadi Hub Industri Teknologi

BACA JUGA:Dari Interaksi ke Transaksi: Strategi UMKM dalam Mengelola TikTok Live

Langkah ketiga dan keempat bergerak ke pasar. Yakni, memperluas ekspor dengan menyesuaikan regulasi tiap negara, sekaligus mendorong penjualan, terutama di segmen suplemen kesehatan yang terus tumbuh. 

Sementara langkah kelima terasa paling membumi. Yakni, mengajak masyarakat ikut memiliki perusahaan melalui kampanye Nabung Saham.

“Ini bukan sekadar strategi bisnis. Ini adalah perubahan cara berpikir,” kata Irwan.

Ia ingin saham tidak lagi dilihat sebagai sesuatu yang rumit dan berisiko. Tapi, sebagai kebiasaan menabung jangka panjang. 

BACA JUGA:Bakti Sosial Paskah, Gereja Katolik Paroki Santo Yakobus Menebar Kasih dalam Keberagaman

Sebuah edukasi finansial yang, jika berhasil, bukan hanya menguatkan perusahaan, tetapi juga pasar modal Indonesia secara keseluruhan.

Langkah ini mungkin terdengar teknis, tetapi dampaknya besar.

Namun dibalik semua strategi itu, ada satu hal yang tidak berubah, yaitu nilai.

Kategori :