BACA JUGA:6 Kebiasaan Sehari-hari Pemicu Varises dan Cara Efektif Mencegahnya Sejak Dini
Ketika pergerakan usus melambat, gas dan sisa pencernaan menumpuk. Yang kemudian terjadi adalah perut kembung, begah, dan dalam beberapa kasus, memicu iritasi dinding usus.
Aktivitas fisik ringan justru terbukti membantu merangsang pergerakan usus dan mengurangi marker inflamasi sistemik.
5. Stres Kronis yang Tidak Terkelola: Usus sebagai "Otak Kedua"
KELOLA STRES dengan baik agar tubuh tetap seimbang dan sistem imun tidak melemah di tengah cuaca yang tidak menentu.-freepik-
Usus sering dijuluki sebagai "otak kedua" karena memiliki jaringan saraf enterik yang kompleks dan memproduksi sekitar 90 persen serotonin tubuh. Yaitu, neurotransmitter yang mengatur suasana hati.
Komunikasi dua arah antara otak dan usus, yang dikenal sebagai gut-brain axis, membuat kesehatan mental dan pencernaan saling memengaruhi.
BACA JUGA:Cara Mencegah Stroke Sejak Dini: 7 Kebiasaan Harian yang Perlu Diterapkan
BACA JUGA:7 Kebiasaan Buruk yang Harus Ditinggalkan Gen Z agar Fisik dan Mental Lebih Sehat
Stres berkepanjangan dapat mengubah komposisi mikrobiota usus, meningkatkan permeabilitas dinding usus, dan memperburuk gejala gangguan pencernaan seperti IBS.
Sebaliknya, kondisi usus yang tidak sehat juga dapat memengaruhi mood dan respons terhadap stres.
6. Kebiasaan Menahan Buang Air Besar
MENAHAN buang air besar dapat membuat tinja semakin keras dan kering, sehingga memperparah sembelit. --iStockphoto
Terlihat remeh, tapi kebiasaan menunda buang air besar dengan alasan sibuk, malu, atau tidak nyaman dengan fasilitas umum, dapat mengganggu ritme alami usus.
Feses yang tertahan lebih lama di usus besar akan kehilangan lebih banyak air, menjadi keras, dan lebih sulit dikeluarkan.
BACA JUGA:4 Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Memicu Skoliosis Tanpa Disadari