Waspada, Beli Motor Listrik Tanpa Jaminan Baterai Bisa Jadi Beban Finansial!

Senin 01-06-2026,13:00 WIB
Reporter : Elizabeth Natasya*
Editor : Guruh Dimas Nugraha

HARIAN DISWAY - Motor listrik mulai dianggap sebagai pilihan utama di jalanan. Desainnya modern, operasionalnya senyap, dan citranya lekat dengan gaya hidup efisien.

Namun, di tengah optimisme tersebut, ada satu komponen krusial yang kerap luput dari pertimbangan awal: baterai.

Selain sebagai sumber tenaga, baterai juga menjadi penentu besar kecilnya biaya penggunaan dalam jangka panjang.

Persoalan muncul ketika skema garansi baterai tidak memberikan perlindungan menyeluruh. Terutama tanpa adanya jaminan penggantian gratis.


Ini alasan jangan beli motor listrik tanpa garansi baterai! cek selengkapnya disini.-Villaggio Tecnologico-pinterest

BACA JUGA:7 Cara Aman Motor Listrik Terjang Banjir agar Baterai Tidak Korslet

BACA JUGA:5 Motor Listrik Paling Praktis Dukung Aktivitas Ibu Rumah Tangga

Di titik itu, selisih antara harga beli dan biaya perawatan mulai terasa signifikan. Banyak pengguna baru mulai sadar.

Bahwa penurunan performa baterai bukan sekadar kemungkinan. Melainkan keniscayaan. Itu dapat terjadi seiring waktu.

Maka, penting untuk menelusuri alasan-alasan tertentu. Salah satunya, membeli motor listrik tanpa jaminan baterai bisa menjadi keputusan berisiko. Terutama jika dilihat dari potensi pengeluaran yang tidak sedikit di masa depan.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut alasan-alasannya:


Motor Listrik Tanpa Garansi Baterai? Siap-Siap Biaya Membengkak!, Simak Alasannya Berikut.-timesof24-pinterest

1. Biaya penggantian baterai sangat mahal

Baterai adalah komponen paling mahal di motor listrik. Estimasi biaya penggantian bisa mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah. Bergantung tipe dan kapasitas.

BACA JUGA:Gratis! Konversi Motor Listrik Gratis ESDM 2026, Begini Cara Daftar dan Syaratnya

BACA JUGA:5 Motor Listrik Paling Pas buat Mahasiswa: Irit, Praktis, dan Stylish

Tanpa garansi, biaya itu sepenuhnya ditanggung pengguna. Bahkan keluhan terkait baterai juga sering muncul tiba-tiba.

2. Umur baterai terbatas (bukan selamanya)

Baterai lithium punya siklus hidup. Umumnya mulai menurun setelah 4-5 tahun pemakaian. Kemudian harus diganti. Artinya, penggantian bukan kemungkinan. Melainkan kepastian dalam jangka waktu.

3. Risiko finansial besar setelah masa garansi habis

Banyak motor listrik hanya memberi garansi baterai sekitar 3 tahun. Setelah itu, semua risiko biaya berpindah ke konsumen. Di situ, pengguna bisa dihadapkan pada pengeluaran besar sekaligus.

4. Degradasi baterai terjadi secara alami

Seiring berjalannya waktu, kapasitas baterai pasti menurun. Karena beberapa faktor. Seperti isi ulang, suhu ekstrem, pemakaian intensif dan usia pakai.

BACA JUGA:Adu Hemat Biaya Servis Motor Listrik vs Motor Bensin dalam 1 Tahun

BACA JUGA:Ingin Touring Jauh Pakai Motor Listrik? Ini 5 Pilihan Terbaiknya

Faktor-faktor tersebut akan membuat performa motor ikut turun juga. Sebelum akhirnya memutuskan baterai perlu diganti.

5. Nilai jual kembali jadi anjlok

Motor listrik tanpa jaminan baterai cenderung kurang diminati di pasar bekas. Calon pembeli akan mempertimbangkan biaya ganti baterai yang mahal. Sehingga harga jual bisa jatuh drastis.

6. Garansi baterai terbukti jadi faktor paling penting

Riset menunjukkan bahwa garansi baterai lebih berpengaruh dibanding motor listrik yang harganya murah. Itu menandakan bahwa tanpa jaminan tersebut, produk jadi kurang “aman” di mata konsumen.

7. Potensi masalah aftersales dan klaim

Dalam beberapa laporan, terdapat berbagai kendala seperti sulitnya akses servis, ketersediaan sparepart dan proses klaim garansi yang tidak transparan.

BACA JUGA:Kupprum, Motor Listrik dari Manukan Kulon, Unjuk Gigi di GIIAS Surabaya 2025

BACA JUGA:Pemerintah Ingin Semakin Banyak Motor Listrik Konversi

Tanpa adanya jaminan baterai, risiko itu bisa makin terasa. Karena biaya ditanggung sendiri. Maka, persoalan bukan lagi melihat soal murah atau mahal di awal. 

Justru yang sering tak terlihat adalah “bom waktu” di bagian baterai. Ketika jaminan tidak ada, maka biaya yang semula terasa ringan bisa berubah jadi beban besar di belakang. (*)

*) Mahasiswa magang dari Prodi Ilmu Komunikasi, UNTAG.

Kategori :