Mereka menyadari bahwa mereka akan kalah secara stamina, misalnya lari jarah jauk. Maka, mereka memilih kostum unik sebagai ciri khas komunitasnya.
"Kami sadar diri kalau stamina masih kalah dengan yang lain, tapi soal kostum, kami selalu menang. Best Costume," kata Nazwin.
BACA JUGA:KBS Buka Parade Satwa di H+1 Lebaran, Magnet Wisatawan Lokal dan Keluarga
BACA JUGA:Tembus 10.000 Pengunjung, KBS dan THP Kenjeran Masih Wisata Favorit Lebaran 2026 di Surabaya
PARA PELARI bersalaman dengan petugas Dishub dan polisi yang bertugas di CFD Tunjungan pada Minggu, 29 Maret 2026.-Rossa Handini-Harian Disway
Nazwin sendiri baru memulai olahragi lari pada akhir 2024 karena program penurunan berat badan, yang disebabkan oleh masalah kesehatan.
Ia disarankan dokternya untuk menjalani jalan sehat, kemudian berkembang menjadi lari pagi. "Dulu awal-awal saya juga gak kuat kalau lari jauh, tapi lama-lama kuat untuk jarak 5-10 km," katanya.
Ia mengungkapkan, ILS sering mendapat penghargaan best costume di ajang lari jarak jauh. Misalnya, kostum bajak laut, superhero, hingga outfit piyama.
Kali ini mereka memakai gamis, baju koko, sarung, hingga peci menghiasi tubuh mereka ketika berlari. “Kami ingin di ILS ini tidak berfokus pada seberapa jauh kapasitas kami dapat berlari. Tapi momen kebersamaan itu yang kita ingin bangun,” tandasnya. (*)
BACA JUGA:Hari Kedua Lebaran, Taman Bungkul Relatif Lebih Lengang Ketimbang Hari Minggu Biasa
BACA JUGA:Usai Lebaran 2026, Gelombang Urbanisasi Surabaya Meningkat, Pemkot Mulai Bergerak
*) Peserta Magang Kemnaker RI