Prabowo Gelar Rapat Terbatas Virtual, Rumuskan Respons Terhadap Ancaman Krisis Energi Global

Minggu 29-03-2026,15:37 WIB
Reporter : Agustinus Fransisco
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY - Di tengah bayang-bayang ketidakpastian global pada kuartal pertama 2026, Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) secara virtual bersama jajaran Kabinet Merah Putih pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Fokus utama pertemuan tersebut adalah melakukan rekalibrasi (recalibration) kebijakan strategis, khususnya pada sektor ekonomi dan energi.

Langkah mengadakan ratas virtual di pengujung Maret ini merupakan respons pemerintah terhadap momentum krusial. Di satu sisi, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 diperkirakan tetap stabil di kisaran 5,1-5,2 persen, yang didorong oleh tingginya konsumsi rumah tangga pasca-Ramadan 2026.

BACA JUGA:Prabowo Terbang ke Jepang, Dijadwalkan Bertemu PM dan Kaisar Naruhito

BACA JUGA:Presiden Prabowo Minta Bahlil Cari Sumber Pendapatan Baru dari Sektor Mineral

Namun di sisi lain, tekanan geopolitik global—terutama ketegangan di Timur Tengah—mulai memengaruhi stabilitas pasokan energi serta memicu inflasi impor (imported inflation). Dalam konteks inilah, penggunaan platform virtual dipilih sebagai instrumen tata kelola yang lincah (agile governance) untuk mempercepat koordinasi lintas sektoral tanpa mengorbankan substansi pengambilan keputusan.

Melalui rekalibrasi ini, Presiden menekankan pentingnya ketahanan energi nasional dan penguatan daya beli masyarakat guna memastikan target pertumbuhan ekonomi tetap berada pada jalurnya hingga akhir tahun.


Diketahui Presiden Prabowo Subianto menerima Ray Dalio sebagai salah satu penasihat Danantara sekaligus tokoh penting dalam dunia keuangan internasional, di Istana Merdeka, Jakarta. -Disway/Fajar Ilman-

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan resminya menegaskan tujuan pertemuan itu. "Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat terbatas dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih untuk menentukan penyesuaian dan penentuan beberapa kebijakan ekonomi dan energi," tulisnya dalam keterangan resmi, Sabtu, 28 Maret 2026.

Kalau diartikan, ada penyesuaian dan penentuan. Ada Indikasi bahwa pemerintah tengah melakukan penyesuaian sebagai reaksi terhadap dinamika geopolitik global. 

BACA JUGA:Prabowo Bertemu Menteri Keamanan Tiongkok, Bahas Stabilitas Kawasan dan Kerja Sama Strategis

BACA JUGA:Prabowo Bertemu Ray Dalio, Bahas Proyek Energi hingga Inisiatif Percepatan Pertumbuhan Ekonomi

Dalam rapat tersebut, hadir sejumlah pejabat seperti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Investasi Rosan Roeslani menunjukkan bahwa pembahasan menyentuh aspek fiskal, iklim investasi, dan daya saing makro.

Sementara kehadiran Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Tenaga Kerja Yassierli mengisyaratkan bahwa dimensi sosial-teritorial dan ketenagakerjaan turut dipertimbangkan dalam merancang kebijakan yang inklusif.

Di sektor energi, urgensi koordinasi semakin nyata. Dengan volatilitas harga minyak global dan transisi menuju energi terbarukan yang masih dalam tahap akselerasi, pemerintah perlu memastikan bahwa kebijakan efisiensi, seperti implementasi B40 dan penguatan infrastruktur energi hijau, juga terukur dampaknya di lapangan .

Kategori :