Prabowo Gelar Rapat Terbatas Virtual, Rumuskan Respons Terhadap Ancaman Krisis Energi Global

Minggu 29-03-2026,15:37 WIB
Reporter : Agustinus Fransisco
Editor : Taufiqur Rahman

Ratas virtual itu menjadi momentum untuk menyelaraskan strategi antara Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perekonomian agar insentif, regulasi, dan eksekusi berjalan seirama.

Menariknya, format virtual dalam ratas tingkat tinggi itu mencerminkan transformasi budaya kerja pemerintahan. Teknologi bisa menjadi media untuk mempercepat siklus pengambilan keputusan.

BACA JUGA:Prabowo Telepon Pemimpin Dunia saat Idulfitri, Serukan Perdamaian Konflik Timur Tengah

BACA JUGA:Hasto Kristiyanto Sebut Presiden Prabowo dan Megawati Soekarnoputri Bahas Geopolitik di Istana Negara

Daftar peserta ratas juga mengonfirmasi ada pendekatan holistik yang diambil. Pada rapat itu hadir pula Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri PAN RB Rini Widiyanti, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Ratas virtual tersebut juga menunjukkan bahwa penyesuaian kebijakan ekonomi-energi tidak dipandang sebagai isu teknokratis semata, tapi juga dikaitkan dengan kapasitas birokrasi, akuntabilitas publik, dan narasi komunikasi pemerintah.

Ke depan, tantangan terbesarnya adalah konsistensi implementasi dan kemampuan adaptasi terhadap skenario yang terus berubah. Data dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada awal Maret 2026 memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 di angka 4,8 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa ruang gerak fiskal masih tersisa, tapi margin of error semakin menipis. Maka, rapat virtual yang dibuat itu menjadi koreksi dini sebelum kebijakan dieksekusi secara massal.(*)

Kategori :