James Riady Nilai Prabowo Berani Ambil Keputusan, Eksekusi Program Jadi Kunci

James Riady Nilai Prabowo Berani Ambil Keputusan, Eksekusi Program Jadi Kunci

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia James Riady menyampaikan pandangannya dalam pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.--BPMI Setpres

HARIAN DISWAY – Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, James Riady, menilai kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memiliki keberanian mengambil keputusan sekaligus memastikan kebijakan berjalan.

Menurutnya, dua hal itu menjadi kekuatan pemerintah dalam menjalankan berbagai program secara bersamaan.

Penilaian tersebut disampaikan James saat menghadiri pertemuan Presiden Prabowo bersama jajaran Kadin pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.

Di hadapan Presiden, James mengatakan arah kebijakan pemerintah saat ini tidak hanya ditujukan untuk menjawab tantangan yang sedang dihadapi Indonesia, tetapi juga disiapkan untuk kebutuhan jangka panjang.

"Saya kira ini hari yang Bapak uraikan dan juga beberapa kali yang Bapak uraikan sesungguhnya memberikan kita kesan ya, kepemimpinan yang sangat visionary, sangat strategis, sangat jelas. Dari sisi defensif maupun ofensif," katanya. 

BACA JUGA:KPK Tetapkan 4 Tersangka Baru Kasus Korupsi Jasindo, Langsung Ditahan di Rutan

BACA JUGA:Prabowo ke Pengusaha: Jangan Panik Hadapi Geopolitik Global, Target Ekonomi 8 Persen Harus Tercapai

Menurut James, salah satu hal yang paling menonjol dari pemerintahan Prabowo adalah keberanian menjalankan banyak agenda besar dalam waktu yang hampir bersamaan. Langkah itu dinilai membutuhkan keberanian yang tidak dimiliki semua pemimpin. "Keberanian dari terobosan-terobosan itu, not many people have that kind of guts. Agenda transformasi yang bersamaan yang begitu banyak, yang terobosannya."

Selain keberanian mengambil keputusan, James juga menilai pemerintah memberi perhatian besar terhadap pelaksanaan program di lapangan. Menurutnya, keberhasilan sebuah kebijakan tidak hanya ditentukan oleh perencanaan, tetapi juga kecepatan dalam mengeksekusinya.


"Ketiga, ini adalah fokus kuat pada eksekusi. Kalau kita lihat manajemen eksekusi ini dan kecepatannya. Swasembada pangan, ketahanan energi. Bisa sampai situasi dunia seperti ini tapi listrik subsidi itu enggak naik, 3 kilo LPG itu juga enggak naik. Jadi ini kan luar biasa ya," katanya. 

James kemudian menyinggung sejumlah program yang menurutnya mulai menunjukkan hasil. Antara lain swasembada pangan, penguatan ketahanan energi, hilirisasi industri, pembangunan perumahan rakyat, reformasi pendidikan kedokteran, hingga pembentukan Danantara.

BACA JUGA:Lippo Group Tak akan Pasang Pagar Tinggi, James Riady: Justru sudah Kami Bongkar Sejak 10 Tahun

BACA JUGA:Prabowo Sebut Iran Kemungkinan Sudah Punya Nuklir, Video Setpres Mendadak Terpotong

Ia juga menilai diplomasi ekonomi yang dijalankan pemerintah ikut meningkatkan kepercayaan dunia usaha terhadap Indonesia. Menurutnya, hal itu terlihat dari semakin terbukanya akses terhadap teknologi strategis serta meningkatnya optimisme pelaku industri terhadap prospek ekonomi nasional.

James turut mengapresiasi pembentukan Danantara. Menurutnya, lembaga tersebut dapat memperkuat kerja sama antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta dalam mendorong pembangunan nasional.

"Dan pembentukan Danantara sebagai instrumen Indonesia Inc. Kita pikir memang harus pemerintah memimpin in a strong way, dan I think Danantara is the way."

Di akhir penyampaiannya, James mengingatkan pentingnya menyiapkan strategi menghadapi perkembangan kecerdasan artifisial dan robotika. Menurutnya, Indonesia tidak cukup hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga harus mampu membangun talenta serta menciptakan industri baru menuju Indonesia Emas 2045. (*)

*) Mahasiswa Magang Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unesa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: