Viral Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Auditor Nilai Editing dan Dubbing Harusnya Gratis

Minggu 29-03-2026,22:35 WIB
Reporter : Aqila Firda Zahro*
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY – Kasus dugaan korupsi yang menyeret videografer Sumatera Utara Amsal Christy Sitepu viral setelah terungkap fakta bahwa auditor menganggap sejumlah komponen kerja seperti penyuntingan video (editing) dan pengisian suara (dubbing) harusnya tidak dibayar alias gratis. 

Amsal kini menjadi terdakwa dalam perkara dugaan mark-up anggaran desa.

Kasus ini bermula saat Amsal menggarap proyek pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Amsal diketahui mengajukan proposal ke 20 desa yang tersebar di Kecamatan Tiganderket, Tigabinanga, Tigapanah, dan Namanteran.

Proposal tersebut menjadi dasar penyusunan Rencana Anggaran dan Biaya (RAB) untuk periode 2020 hingga 2022. Dalam dokumen perkara yang tercatat dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), proposal tersebut diduga disusun tidak sesuai atau mengalami penggelembungan anggaran (mark-up)

Pembuatan video disebut bernilai Rp30 juta per desa dan dikerjakan melalui perusahaan milik terdakwa, CV Promiseland. Namun, dari hasil analisis ahli dan auditor Inspektorat Kabupaten Karo, harga seharusnya untuk satu video disebut berada di angka Rp24,1 juta.

BACA JUGA:Pembunuhan Cucu Mpok Nori Terungkap, Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kabur ke Sumatera

BACA JUGA:Diskon Tarif Tol Trans-Sumatera hingga 30 Persen saat Mudik Lebaran 2026, Ini Daftar Ruas dan Jadwalnya!

Selisih perhitungan ini muncul karena adanya perbedaan penilaian pada sejumlah komponen, seperti konsep atau ide, penggunaan clip on atau mikrofon, proses cutting, editing, hingga dubbing. Auditor menilai seharusnya komponen-komponen tersebut nol rupiah alias gratis. 

Dalam sebuah unggahan di Instagram @amsalsitepu tertanggal Sabtu, 28 Maret 2026, sang istri menyebut Inspektorat dan Ahli IT Kabupaten Karo menyatakan bahwa komponen-komponen seperti concept/ide, clip on, cutting, editing dan pengisian suara (dubbing) tidak layak dibayar atau bernilai 0 dalam perhitungan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) 

"Saya bukan pekerja seni tapi saya tau semua yang di “0” kan itu ada orang nya yang bekerja dan harus dibayar!" kata istri Amsal dalam takarir unggahan tersebut. 

Dalam unggahan tersebut, sang istri juga menyediakan link video profil desa yang telah dikerjakan oleh sang suami. 


Unggahan istri Amsal Sitepu mengungkap sejumlah item pekerjaan seperti editing harusnya nol rupiah atau tidak dibayar-instagram @amsalsitepu-

Saat ini, Amsal diketahui telah menjalani masa penahanan dan tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Medan. Ia dijadwalkan mendengarkan pembacaan vonis pada 1 April 2026 mendatang.

Namun, perhatian publik tidak hanya tertuju pada dugaan mark-up anggaran. Fakta persidangan yang menyebut proses kreatif seperti ide, konsep, hingga editing dinilai tidak memiliki nilai ekonomi justru memicu kontroversi.

Banyak pelaku industri kreatif menilai pandangan tersebut tidak mencerminkan realitas produksi video. Tahapan kreatif dinilai sebagai elemen utama yang menentukan kualitas hasil akhir, sekaligus membutuhkan waktu dan keahlian khusus.

Kategori :