HARIAN DISWAY – Bagi sebagian pekerja, Lebaran adalah momentum yang dipilih untuk memulai karier di tempat baru. Karena itu, resign setelah Lebaran menjadi fenomena yang banyak diperbincangkan belakangan ini.
Perubahan suasana dari libur ke rutinitas kerja sering memicu kejenuhan, bahkan keinginan untuk mencari pekerjaan baru. Namun, keputusan resign tidak bisa diambil secara emosional dan terburu-buru.
Pastikan Anda telah mempertimbangkan hal-hal berikut ini sebelum mengambil keputusan untuk resign:
1. Kondisi Finansial
Hal pertama yang wajib diperhatikan adalah kondisi keuangan. Resign tanpa tabungan yang cukup bisa berdampak serius pada kehidupan sehari-hari.
BACA JUGA:5 Amalan Penenang Hati saat Jam Kritis Puasa, Tetap Profesional di Tempat Kerja
BACA JUGA:7 Jurusan Kuliah Paling Realistis Agar Diterima Bekerja di Pertamina
Idealnya, pekerja memiliki dana darurat untuk memenuhi kebutuhan selama 3 hingga 6 bulan ke depan.
2. Rencana Karier Harus Jelas
Keinginan resign sebaiknya dibarengi dengan rencana yang matang. Apakah akan pindah ke perusahaan lain, memulai usaha, atau melanjutkan pendidikan.
Tanpa arah yang jelas, resign justru bisa membuat kondisi semakin tidak pasti.
3. Pahami Hak dan Kewajiban
Sebelum mengajukan resign, penting untuk memahami isi kontrak kerja. Mulai dari masa pemberitahuan (notice period), hak cuti, hingga kemungkinan mendapatkan pesangon.
BACA JUGA:6 Website Freelance Internasional Tepercaya untuk Pekerja Lepas
BACA JUGA:7 Jenis Pekerjaan Freelance yang Bisa Dilakukan dari Rumah
Hal ini penting agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
4. Perhatikan Kondisi Pasar Kerja