HARIAN DISWAY - Igor Tudor resmi mengakhiri masa jabatannya yang sangat singkat bersama Tottenham Hotspur. Ia hanya memimpin tujuh pertandingan selama 44 hari.
Keputusan tersebut diambil di tengah situasi genting klub. Spurs masih terancam degradasi dari Premier League musim 2025/26.
Tudor ditunjuk pada 13 Februari untuk menggantikan Thomas Frank. Ia berstatus pelatih interim hingga akhir musim. Namun, hasil yang diraih jauh dari harapan.
Dari lima laga liga, Spurs hanya mampu meraih satu poin. Yakni dari hasil imbang 1-1 melawan Liverpool. Sementara sisanya berakhir dengan kekalahan.
BACA JUGA:Atletico Madrid Incar Cristian Romero, Manfaatkan Klausul Khusus dan Keterpurukan Tottenham
BACA JUGA:Guglielmo Vicario Terpuruk di Tottenham, Inter Milan Siap Manfaatkan Situasi
Situasi semakin memburuk setelah Tottenham tersingkir dari babak 16 besar Liga Champions. Klub itu kalah agregat 7-5 dari Atletico Madrid.
Hanya bertahan 44 hari, Igor Tudor resmi tinggalkan Tottenham Hotspur yang kini terancam degradasi. Bruno Saltor jadi pelatih interim saat jeda internasional.-Shaun Brooks-Getty Images
Kekalahan telak 3-0 dari Nottingham Forest di kandang sendiri menjadi titik balik. Itu mempercepat pemecatan Tudor. Hasil tersebut membuat Spurs terperosok ke posisi ke-17. Hanya satu tingkat di atas zona degradasi.
Dalam pernyataan resminya, klub menyampaikan bahwa perpisahan itu disepakati bersama. "Bahwa Igor Tudor diminta meninggalkan klub dengan segera,” tulis pernyataan tersebut.
Klub juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras Tudor selama enam minggu terakhir. Serta menyampaikan simpati atas duka pribadi yang sedang ia alami.
BACA JUGA:Tottenham vs Atletico 3-2 (Agg 5-7), Spurs Menang Tapi Gagal Comeback
BACA JUGA:Liverpool vs Tottenham 1-1, The Reds Terpental dari 4 Besar Gegara Richarlison
Selain Tudor, stafnya seperti Tomislav Rogic dan Riccardo Ragnacci juga ikut meninggalkan klub. Sementara itu, asisten pelatih Bruno Saltor akan mengambil alih sementara sesi latihan selama jeda internasional.
Tottenham Cari Pelatih Baru di Tengah Krisis
Dengan tujuh pertandingan tersisa, Tottenham bergerak cepat untuk mencari pelatih baru. Demi menghindari degradasi.