Kehangatan Pelukan Xi
ILUSTRASI Kehangatan Pelukan Xi.-Arya/AI-Harian Disway -
SELAT paling sibuk sejagat itu sedang ganti satpam. Kunci portal perairan yang biasa dilalui 20 juta barel minyak per hari kini dipegang penuh oleh Iran. Sejak akhir Februari lalu, perairan itu mendidih. Amerika Serikat dan Israel saling gempur dengan Iran.
Jalur lalu lintas energi dunia macet total. Harga minyak melompat kegirangan. Premi asuransi pelayaran ikut terbang menyentuh langit.
Paman Sam gengsi besar. Anggaran pertahanan mereka menembus 850 miliar dolar AS tahun ini. Masak diam saja melihat urat nadi ekonomi global ditutup paksa?
Washington meluncurkan operasi militer skala masif bernama Project Freedom. Targetnya mulia: membuka kembali jalan tol laut tersebut. Dikerahkan 15.000 personel, lebih dari 100 pesawat tempur, kapal perusak berpeluru kendali, dan platform tak berawak.
BACA JUGA:Usai Bertemu Xi Jinping, Trump Minta Taiwan Jangan Deklarasikan Kemerdekaan
BACA JUGA:Klaim-Klaim Donald Trump Pasca Pertemuan dengan Xi Jinping: Singgung Kesepakatan Dagang Fantastis
Tanggal 5 Mei lalu, Paman Sam sempat pamer otot. Dua kapal kargo berbendera AS sukses dikawal lolos melintasi selat. Armada perang AS berdiri gagah mengawal. Layaknya bodyguard raksasa mengawal bos kecilnya.
Tepat 13 Mei, delapan hari kemudian, sebuah kapal perang kebanggaan AS dilaporkan terpaksa putar balik. Putar balik! Menghindari adu tembak langsung dengan armada patroli Iran. Proyek triliunan dolar bernama Project Freedom itu sekarang resmi berstatus: jeda.
Banyak warung kopi internasional yang langsung tersenyum sinis. Mengira Paman Sam sudah ompong. Masak kapal perusak supercanggih berbalik badan hanya karena dihadang armada speedboat IRGC?
Tunggu dulu. Raksasa itu sedang menahan napas. Mereka punya ribuan rudal Tomahawk berpresisi tinggi. Mereka punya ratusan jet siluman F-35 yang tak kasatradar. Kalau mau, hanya butuh 15 menit untuk meratakan seluruh fasilitas pesisir musuh menjadi debu.
BACA JUGA:Xi Jinping Janji Bantu Amankan Selat Hormuz dan Tak Akan Pasok Senjata ke Iran
BACA JUGA:Xi Jinping Peringatkan Donald Trump: Masalah Taiwan Bisa Seret Tiongkok-AS ke Pusaran Konflik
Kenapa tidak dilakukan? Sebab, selat sempit itu adalah selang oksigen ekonomi global. Kalau dibom karpet, 20 juta barel minyak mentah yang transit setiap hari ikut hangus terbakar. Harga bensin di Chicago dan New York bisa meledak di atas 8 dolar AS per galon. Warga AS bisa ngamuk minta ganti presiden.
Raksasa itu pintar. Tidak ada gunanya membakar lumbung padi sedunia hanya demi mengusir sekelompok tikus. Data intelijen CIA menambahkan fakta pahit: Iran mampu bertahan dari blokade AS hingga empat bulan ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: