Dubes RI Dorong Indonesia dan Tiongkok Bangun Ketahanan Bersama Hadapi Transformasi Global

Dubes RI Dorong Indonesia dan Tiongkok Bangun Ketahanan Bersama Hadapi Transformasi Global

Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok Djauhari Oratmangun dan Wakil Presiden Renmin University of China Prof. Zheng Xinye serta Dekan RDCY sekaligus Dekan School of Global Leadership Prof. Wang Wen.-KBRI BEIJING UNTUK HARIAN DISWAY-

HARIAN DISWAY - Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok Djauhari Oratmangun menegaskan pentingnya Indonesia dan Tiongkok membangun ketahanan bersama dalam menghadapi berbagai transformasi global, mulai dari kecerdasan artifisial, transisi energi, perubahan iklim, hingga ketidakpastian geopolitik, Kamis, 4 Juni 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Ambassador Forum RDCY Forum for Area Studies No. 18 bertajuk “A New Stage and New Vision for China-Indonesia Relations” yang diselenggarakan Chongyang Institute for Financial Studies (RDCY) dan School of Global Leadership, Renmin University of China. Kegiatan berlangsung di Beijing dan menjadi wadah diskusi mengenai arah hubungan strategis kedua negara di tengah perubahan global yang semakin dinamis.

Kehadiran Dubes Djauhari disambut Wakil Presiden Renmin University of China Prof. Zheng Xinye serta Dekan RDCY sekaligus Dekan School of Global Leadership Prof. Wang Wen. Forum juga menghadirkan sejumlah pakar Tiongkok, antara lain Liu Zhiqin dan Luo Yongkun.

Kegiatan berlangsung selama tiga jam yang terdiri dari sesi kuliah umum dan tanya jawab interaktif. Hampir 100 peserta menghadiri forum tersebut, mulai dari akademisi, mahasiswa, peneliti, pelaku usaha hingga perwakilan berbagai institusi di Tiongkok, termasuk Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Beijing.

BACA JUGA:KBRI Beijing Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Semangat Persatuan dan Perdamaian Dunia

BACA JUGA:KBRI Beijing Goes to Chengdu Perkuat Layanan dan Silaturahmi WNI di Barat Daya Tiongkok

Selain itu, delapan media turut meliput kegiatan tersebut, termasuk The Economist. Kehadiran media internasional menunjukkan tingginya perhatian terhadap perkembangan hubungan Indonesia dan Tiongkok yang semakin strategis dalam berbagai sektor.

Dalam paparannya, Dubes Djauhari menyampaikan bahwa Indonesia dan Tiongkok memiliki peran yang semakin penting dalam membentuk masa depan kawasan maupun dunia. Kedua negara dinilai memiliki kapasitas besar untuk mendorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi global.

“Tiongkok merupakan ekonomi terbesar kedua dunia, sementara Indonesia adalah ekonomi terbesar di ASEAN. Bersama-sama, kedua negara mewakili lebih dari 20 persen populasi dunia dan berkontribusi hampir 20 persen terhadap perekonomian global,” ujarnya.

Dubes Djauhari juga menyoroti perkembangan hubungan ekonomi kedua negara yang terus menunjukkan tren positif. Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama lebih dari satu dekade dan secara konsisten berada di antara tiga investor terbesar di Indonesia.


Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok Djauhari Oratmangun menegaskan pentingnya Indonesia dan Tiongkok membangun ketahanan bersama dalam menghadapi berbagai transformasi global.-KBRI BEIJING UNTUK HARIAN DISWAY-

Pada 2025, nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Tiongkok mencapai sekitar USD 167 miliar. Sementara itu, investasi Tiongkok di Indonesia tercatat mencapai sekitar USD 7,5 miliar, menunjukkan semakin eratnya hubungan ekonomi kedua negara.

Menurut Dubes Djauhari, fase berikutnya hubungan Indonesia dan Tiongkok perlu berfokus pada empat bidang utama. Keempat bidang tersebut meliputi AI for Development, ketahanan dan transisi energi, ketahanan pangan, serta pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan, penelitian, pertukaran mahasiswa, dan pelatihan vokasi.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta menanyakan warisan terbesar yang ingin ditinggalkan Dubes Djauhari setelah hampir delapan tahun bertugas di Tiongkok. Ia menilai penguatan budaya dialog menjadi salah satu kontribusi paling penting dalam hubungan bilateral kedua negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: