HARIAN DISWAY - Beragam tari tradisional yang ditampilkan di Ciputra World Surabaya, 29 Maret 2026. Ajang itu menunjukkan sesuatu yang berbeda.
Pertunjukan tersebut dalam rangka mempersiapkan atlet yang akan melaju di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027.
Pun, melakukan proses seleksi atlet Pusat Pelatihan Cabang Olahraga Dance Sport Kota Surabaya. Meskipun pelaksanaannya masih tahun depan, Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) Surabaya sudah memulai persiapan dari sekarang.
“Tujuannya supaya masa persiapannya lebih lama dan matang. Apalagi, Surabaya akan menjadi tuan rumah pada 2027 nanti. Kami ingin menyiapkan yang terbaik,” terang Anastasia Christiany S., Ketua IODI Surabaya kepada Harian Disway.
BACA JUGA:Sarasehan Jaranan di Sidoarjo Bahas Makna, Struktur, dan Strategi Pelestarian Seni Tradisi
BACA JUGA:Tari Sufi dan Tari Zapin Warnai Festival Ramadan di Spazio Surabaya
Sesi tersebut merupakan tahap final. Sebelumnya, peserta diwajibkan mengumpulkan video dan diseleksi. Setelah lolos seleksi video, peserta bisa menampilkan tariannya di Ciputra World Surabaya. Peserta yang lolos akan memiliki peluang untuk melaju ke Porprov 2027.
Seluruh peserta pun menunjukkan usaha dan kreativitas yang terbaik. Selain menampilkan segi keindahan gerakan dan kostum, para peserta menyajikan kreativitas masing-masing. Banyak yang memadukan gerakan tari tradisional dan gerakan olahraga.
Dhea Purnama Aulyani atlet 15 tahun dari SMPN 37 Surabaya dan Putri Aulia Setyorini atlet 16 tahun dari SMPN 19 Surabaya membawakan tari tradisional khas Surabaya, Bali, dan Banyuwangi.
Untuk Surabaya, yang diadopsi adalah gerakan dasar tari remo. Sementara itu, gerakan lainnya mengambil unsur tari gandrung dari Banyuwangi dan tari manuk rawa dari Bali. Pemainnya mengenakan sayap.
BACA JUGA:Rayakan Imlek 2026, Kampung Tambak Bayan Sajikan Penampilan Tari Lintas Budaya
BACA JUGA:Momen Hangat Penyambutan Ratu Máxima: Tari Indang Jadi Suguhan Pertama Prabowo
“Kami juga menampilkan beberapa gerakan ayam yang mirip dengan penokohan Sawunggaling. Tokoh Surabaya. Namun, tari remo tetap dipakai sebagai gerakan dasar,” kata Deranni Ekky, Pelatih Sanggar Sekalendra yang membimbing kedua muridnya untuk unjuk gigi.
Tarian tradisional dengan kepakan selendang dibawakan di hadapan pengunjung mal. - Ilmi Bening - Harian Disway
Karena judulnya mengusung dance sport, keduanya menggunakan gerakan salto sebagai salah satu penunjang di sisi akrobatik olahraganya.