Nyalakan laptop dan cek layar (dead pixel, warna, kecerahan), keyboard, touchpad, speaker, hingga WiFi dan Bluetooth. Semua harus dicoba langsung, bukan sekadar percaya kata penjual.
6. Cek Kesehatan Baterai dan Performa
Laptop bekas sering punya masalah pada baterai. Pastikan masih layak pakai dan tidak cepat drop. Selain itu, cek juga apakah laptop terasa lambat atau cepat panas saat digunakan.
7. Pastikan Tidak Ada Akun Lama atau Sistem Terkunci
Laptop harus sudah di-reset dan bebas dari akun pemilik sebelumnya. Jika masih terkunci, bisa jadi bermasalah bahkan berisiko barang ilegal.
BACA JUGA:Krisis RAM dan SSD, Harga Laptop Melejit Tahun 2026, Saatnya Beli?
BACA JUGA:Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 14, Laptop Modular Profesional yang Curi Perhatian di CES 2026
8. Bandingkan Harga dengan Pasaran
Jangan langsung deal. Cek dulu harga pasaran untuk tipe yang sama. Kalau terlalu murah, patut dicurigai. Kalau terlalu mahal, Anda bisa cari opsi lain yang lebih worth it.
9. Periksa Kelengkapan dan Usahakan Ada Garansi
Minimal ada charger asli dan, kalau bisa, garansi toko meski hanya beberapa hari. Ini penting sebagai "jaring pengaman" jika ternyata ada masalah setelah dibeli.
10. Jangan Buru-Buru, Murah Belum Tentu Aman
Banyak panduan resmi menekankan, pembelian laptop bekas butuh ketelitian ekstra. Lebih baik sedikit lebih lama memilih, daripada cepat deal tapi berujung menyesal.
Demikian 10 hal penting yang perlu Anda catat dan praktikan saat berburu laptop bekas untuk keperluan kuliah. Tak perlu buru-buru, pastikan Anda sudah mempertimbangkan hal-hal penting dengan benar. (*)
BACA JUGA:Apa Itu NPU pada Laptop AI? Ini Fungsi Pentingnya untuk Windows 2026
BACA JUGA:Laptop LG Gram Pro 2026: Aerominum, Dual-AI, dan RTX 5050 Hadir di CES