Pertamina Gandeng POSCO, Gaspol Kembangkan CCS hingga Hidrogen Biru di Korea Selatan

Jumat 03-04-2026,08:27 WIB
Reporter : Mohamad Nur Khotib
Editor : Mohamad Nur Khotib

KOREA SELATAN, HARIAN DISWAY — PT Pertamina memperluas langkah globalnya dalam transisi energi dengan menjalin kerja sama strategis bersama POSCO International Corporation.

Kolaborasi itu difokuskan pada pengembangan teknologi rendah karbon lintas negara.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri bersama CEO POSCO International Kye-In Lee, di Korea Selatan pada 1 April 2026.

Kerja sama ini mencakup eksplorasi dan pengembangan berbagai teknologi rendah karbon, mulai dari Carbon Capture Storage (CCS), Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS), hingga pengembangan hidrogen biru dan amonia.

BACA JUGA:Update Harga BBM Pertamina Per 1 April 2026 di Seluruh Wilayah, Simak di Sini!

BACA JUGA:Pertamina dan INPEX Perkuat Kerja Sama Proyek LNG Abadi Blok Masela di Jepang

Selain itu, kedua perusahaan juga membuka peluang kolaborasi di sektor energi baru dan terbarukan (EBT).

Langkah tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara, khususnya di sektor energi.

Simon menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting bagi Pertamina dalam mempercepat transformasi energi nasional.

“Kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi Pertamina untuk mempercepat pengembangan ekosistem teknologi rendah karbon di Indonesia, dengan pemanfaatan teknologi CCS/CCUS, pengembangan hidrogen biru, hingga energi baru terbarukan yang diharapkan dapat mendukung target penurunan emisi sekaligus membuka peluang ekonomi karbon di masa depan,” ujar Simon.

BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Optimalkan Armada Laut Jaga Distribusi Energi Nasional di Tengah Dinamika Global

BACA JUGA:Isu BBM Naik 1 April 2026 Viral, Pertamina Tegas: Hoaks!

Selain pengembangan teknologi, kerja sama ini juga mencakup kajian teknis dan nonteknis untuk memastikan implementasi teknologi rendah karbon berjalan optimal di kedua negara.

Sinergi ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam peta energi bersih global, tetapi juga mendorong tercapainya target Net Zero Emission (NZE) melalui kolaborasi internasional yang lebih agresif. (*)

Kategori :