'I Can Change My Mind in Seconds,' Katastrofe Donald Trump?

Sabtu 04-04-2026,05:33 WIB
Oleh: Ahmad Setyono*

Keputusan menyerang Iran pun dilakukan Trump dan mengabaikan pandangan yang mengingatkan konsekuensi buruknya. Steve Adubato, pakar dan praktisi komunikasi Universitas Rutgers, Amerika Serikat, menyebut Trump mudah tersulut emosi saat mencuit apa pun yang terlintas di benaknya di media sosial pada saat tertentu, tanpa memikirkan konsekuensinya.

BERPUSAT PADA DIRI SENDIRI

Adubato menyebut pendekatan kepemimpinan ”berpusat pada diri sendiri” dan kepemimpinan yang didorong oleh ego dalam diri Trump. Selain itu, Trump tidak terkendali dalam menyebut orang lain yang tidak setuju dengannya disebut bodoh. 

BACA JUGA:Donald Trump Tetapkan Cabang Ikhwanul Muslimin sebagai Organisasi Teroris Asing

BACA JUGA:Xi Jinping Telepon Donald Trump Bahas Isu Taiwan

”Saya pikir NATO melakukan kesalahan yang sangat bodoh,” kata Trump kepada wartawan saat ia menjamu PM Irlandia Micheal Martin di Gedung Putih, 18 Maret 2026.

Dalam konteks itu, tak heran El Pais memberi judul tulisan tersebut Trump’s Iran war: A chaotic narrative with threats, contradictions, and onomatopoeia. Onomatopoeia (onomatope) adalah sebuah kata atau rangkaian kata yang meniru bunyi asli dari objek, makhluk hidup, atau aktivitas tertentu. 

Tujuan onomatope adalah narasi lebih ekspresif dan membantu audiens memvisualisasikan suara. 

Pada 27 Maret di Florida, di konferensi tentang masa depan investasi Saudi, Trump mengatakan, ”maafkan saya.” ”Saya sangat menyesal. Kesalahan yang mengerikan,” tambahnya. 

”Berita palsu akan mengatakan, ’ia tidak sengaja mengatakan’ –Tidak, tidak ada kecelakaan dengan saya, tidak terlalu banyak. Jika ada, kita akan memiliki berita besar.” 

Pada hari yang sama, Trump menggunakan onomatope untuk menggambarkan pencegatan rudal Iran dengan kata: ”tembak, dentuman, tembak, dentuman.”

Satu lagi dari seorang Trump adalah inkonsistensi. Pada 16 Maret Trump menuntut dukungan NATO untuk membuka Selat Hormuz. Dua hari kemudian Trump menegaskan tak butuh bantuan NATO karena keberhasilan militer yang telah dicapai AS. 

Trump mengakui soal itu. ”I can change my mind in seconds,” kata Trump ketika inkonsistensi ditunjukkan kepadanya.

Ungkapan Jill C. Wheeler, penulis biografi Donald Trump: 2025 tampaknya cukup pas menggambarkan Trump sebagai figur ambisius, percaya diri, dan kontroversial. 

Trump adalah seorang ”polarizing figure” yang blak-blakan, penuh retorika, dan senantiasa menantang norma politik.

KERANGKA FRAMING

Kategori :