HARIAN DISWAY - Perbandingan motor listrik dan motor bensin tak lagi sebatas soal performa. Di tengah naiknya harga kebutuhan, biaya perawatan tahunan kini jadi pertimbangan utama masyarakat.
Motor listrik disebut-sebut lebih hemat. Tapi benarkah selisihnya sejauh itu? Faktanya, kedua jenis kendaraan itu punya karakter biaya servis yang berbeda.
Motor bensin cenderung “rutin keluar uang”. Sementara motor listrik “jarang servis tapi berisiko mahal di komponen tertentu”.
Motor bensin, misalnya, masih mengandalkan banyak komponen bergerak. Mulai dari oli mesin, busi, hingga sistem pembakaran yang wajib dicek berkala.
BACA JUGA:Hindari Motor Bekas Berkilometer Tinggi Tanpa Jejak Servis Resmi
BACA JUGA:Motor Terendam Banjir, Ini Estimasi Biaya Servis dan Risiko Kerusakan yang Perlu Diwaspadai!
pentingnya rekam jejak servis motor bekas.-Arthur Hidden-freepik.com
Dalam penggunaan normal sekitar 10.000-12.000 kilometer per tahun, pengendara biasanya harus mengganti oli mesin hampir setiap bulan. Belum lagi oli gardan untuk motor matic, filter udara, serta servis ringan di bengkel.
Jika ditotal, biaya yang keluar selama setahun berkisar antara Rp950 ribu hingga Rp2 juta. Angka itu bisa membengkak. Apalagi jika motor sering dipakai jarak jauh atau telat perawatan.
Berbeda dengan motor listrik. Kendaraan itu tidak memerlukan oli, tidak punya busi, dan tidak ada sistem pembakaran.
Jadi, perawatannya lebih sederhana. Umumnya hanya berupa pengecekan sistem kelistrikan, kondisi rem, dan ban.
BACA JUGA:7 Cara Aman Motor Listrik Terjang Banjir agar Baterai Tidak Korslet
BACA JUGA:5 Motor Listrik Paling Pas buat Mahasiswa: Irit, Praktis, dan Stylish
Biaya terbesar justru ada pada konsumsi listrik untuk pengisian daya. Dalam setahun, rata-rata pengguna mengeluarkan Rp300 ribu hingga Rp600 ribu untuk charging.
Motor listrik vs motor bensin, beda di kantong!.-Istimewa-