Pemerintah Jamin Stok Pangan Aman Hadapi El Nino 'Godzilla', Cadangan Beras Melimpah Hingga 2027

Senin 06-04-2026,16:08 WIB
Reporter : Taufiqur Rahman
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan jaminan bahwa stok pangan nasional dalam kondisi sangat aman untuk menghadapi ancaman kekeringan ekstrem atau El Nino 'Godzilla' yang diprediksi melanda tahun ini.

Langkah antisipasi yang masif diklaim mampu membuat Indonesia bertahan dari dampak cuaca panas yang diperkirakan berlangsung selama enam bulan.

Amran memproyeksikan stok pangan dalam negeri akan mencukupi kebutuhan rakyat hingga 11 bulan ke depan. Keyakinan ini didasarkan pada melimpahnya ketersediaan beras nasional yang saat ini tersebar di berbagai lini, mulai dari gudang Bulog, sektor swasta, hingga potensi panen yang sedang berjalan.

“Artinya, 11 bulan ke depan ini aman. Stoknya untuk rakyat Indonesia aman. Sedangkan kekeringan hanya 6 bulan. Berarti aman, pangan aman,” ujar Amran di Jakarta, Senin 6 April 2026.

Saat ini, stok beras di gudang Bulog telah mencapai 4,5 juta ton dan diprediksi melonjak menjadi 5 juta ton dalam 20 hari ke depan. Selain itu, ketersediaan di pihak swasta seperti di sektor Hiburan, Restoran, Kafe (Horeka) tercatat sebesar 12,5 juta ton, ditambah potensi hasil panen dari tanaman yang ada (standing crop) sebesar 11 juta ton.

BACA JUGA:Waspadai Fenomena El Nino di Semester II 2026, Musim Kemarau Diprediksi Lebih Panjang dan Kering

BACA JUGA:Musim Kemarau di Indonesia Meluas, BMKG Imbau Waspadai Potensi El Nino pada Semester II 2026

Pemerintah juga telah menyiapkan kebijakan pompanisasi untuk menjaga produktivitas lahan di tengah cuaca panas yang mulai melanda pada April 2026. Program ini diharapkan memberikan tambahan panen hingga 2 juta ton per bulan atau total 12 juta ton selama periode El Nino berlangsung. Dengan perhitungan tersebut, stok beras diperkirakan melimpah bahkan hingga melewati puncak panen tahun depan atau April 2027.


Cada ngan beras nasional bisa mencapai 5 juta tol pada bulan depan untuk hadapi kemungkinan kemarau yang dipicu fenomena El Nino-Kementan-

“Berarti bisa sampai Maret, panen puncak tahun depan, aman. Bahkan bisa overlap sampai April 2027. Jadi, aman,” pungkas Amran.

Kekhawatiran terhadap El Nino tahun ini didasarkan pada peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi adanya potensi fenomena tersebut pada semester kedua 2026. Berakhirnya fase La Nina Lemah pada Februari 2026 menandai transisi menuju kondisi iklim yang lebih kering, dengan puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026.

BACA JUGA:815 Desa di Jatim Terancam Kekeringan Akibat 'Godzilla El Nino'

BACA JUGA:Fenomena Godzila El Nino 2026, Siap-siap Panas Panjang Pasca Lebaran

BMKG mencatat bahwa musim kemarau kali ini cenderung datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang dibandingkan rata-rata normalnya. Akumulasi curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, yakni sekitar 64,5% Zona Musim, diprediksi berada pada kategori Bawah Normal. Hal inilah yang memicu kewaspadaan tinggi terhadap potensi kekeringan ekstrem di berbagai sentra produksi pangan.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, sebelumnya juga menekankan bahwa intensitas El Nino tahun ini diprediksi berada pada kategori lemah hingga moderat dengan peluang mencapai 80%. Meski demikian, BMKG tetap memantau ketat kemungkinan fenomena ini berkembang menjadi kategori kuat melalui pembaruan data berkala untuk memastikan akurasi prediksi iklim bagi masyarakat dan sektor pertanian.(*)

Kategori :