Perayaan Paskah BKS Katolik 2026 Dihadiri Ribuan Guru dan Tenaga Pendidik

Selasa 07-04-2026,15:22 WIB
Reporter : Adinda Rahmatanti*
Editor : Guruh Dimas Nugraha

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Perayaan Paskah Badan Kerjasama Sekolah (BKS) Katolik 2026 menjadi momentum berkumpulnya 1.682 guru dan tenaga kependidikan.

Mereka berasal dari 97 sekolah di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Krian. Berkumpul di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus pada 6 April 2026.

Acara tersebut diawali dengan misa. Kemudian ramah tamah di halaman gereja. Berlangsung pada Pk. 09.00 hingga 11.30 WIB.

Ajang itu menjadi panggung kebersamaan untuk memperkuat semangat pengabdian. Juga kolaborasi di dunia pendidikan.

BACA JUGA:BRI Peduli Salurkan 10.050 Paket Sembako untuk Paskah 2026, Wujud Kepedulian bagi Umat Nasrani

BACA JUGA:Gereja Mawar Sharon Rayakan Paskah 2026, Tegaskan Iman terhadap Kebangkitan Yesus Kristus

Perayaan Ekaristi Paskah tersebut dihadiri oleh Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, Uskup Surabaya; RD. Edward Paulus Suryandoko dan RD. Cornelius Triwidya Tjahja Utama.

Saat ditemui, Uskup Mgr. Agustinus menyebut tantangan di dunia pendidikan saat ini. Yakni bagaimana membentuk kembali karakter yang humanis melalui kerja sama antar manusia.

"Sekolah adalah tempat pembentukan karakter. Anak ditempa sejak kecil secara berkesinambungan. Didampingi, dibina, dididik, dan dibimbing untuk membentuk karakter manusiawinya," ujarnya.


Perayaan Ekaristi Paskah BKS Katolik 2026 di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus Surabaya pada Senin, 6 April 2026-Yunitha untuk Harian Disway-

Ia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi seluruh lapisan masyarakat sekolah. Harus bergerak bersama. Meruntuhkan ego. Terbuka terhadap sesama manusia.

BACA JUGA:Ucapkan Selamat Paskah 2026, Menag Ajak Umat Kristiani Doakan Harmoni Bangsa

BACA JUGA:Volume Lalu Lintas Tol Trans Jawa Meningkat 42 Persen Selama Libur Paskah

Pendidikan untuk anak-anak secara berkesinambungan juga harus dilakukan. Setiap nilai kebaikan yang ditanamkan sejak jenjang anak usia dini harus diperkuat.

"Hidup menggereja yang dewasa itu harus bersinergi dan berkolaborasi. Menjadi Katolik yang dewasa itu berarti semakin inklusif. Tidak ego sektoral," tegasnya.

Kategori :